Breaking News
Ketua LPM Gates Nan XX Syafrizal Koto Dorong Bengkolan Simin Panjang Jadi Penggerak UMKM Warga Cegah Karhutla, Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Andemi Dorong Kesadaran Warga: Polri untuk Masyarakat, Alam untuk Generasi Babinsa Serma Herwan Helmi dan Danramil Mayor Arm Febrinaldi Musdar Hadiri Jalan Santai HUT RI ke-81 di Batuang Taba XX Semarak HUT RI ke-81, Babinsa Serma Herwan Helmi Bersama Danramil Mayor Arm Febrinaldi Musdar Dekat dengan Warga Batuang Taba XX KORAMIL 04 LL | Babinsa Koramil 04/LL, Serma Herwan Helmi, bersama Danramil 04/LL Mayor Arm Febrinaldi Musdar menghadiri kegiatan jalan santai dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kelurahan Batuang Taba XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Warga mengikuti jalan santai dengan penuh semangat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke-81. Kehadiran Serma Herwan Helmi bersama Mayor Arm Febrinaldi Musdar menunjukkan kedekatan jajaran Koramil 04/LL dengan masyarakat. Keduanya turut hadir dan berbaur dalam suasana kekeluargaan bersama warga serta unsur pemerintahan setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Verry Mulyadi, SH, Anggota DPRD Kota Padang Dewi Susanti, Sekcam Lubuk Begalung, Lurah Batuang Taba XX, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, Ketua Pemuda, Bundo Kanduang serta tokoh masyarakat. Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan bukan sekadar menghadiri acara, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan membangun hubungan emosional yang baik dengan warga di wilayah binaan. Mayor Arm Febrinaldi Musdar menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan akan semakin bermakna apabila dirasakan dan dirayakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. “Jalan santai ini sederhana, tetapi nilai kebersamaannya sangat besar. Kita bisa berkumpul, saling menyapa dan bergembira bersama. Inilah bentuk kebersamaan yang harus terus kita jaga, karena TNI memang hadir di tengah-tengah rakyat,” ujar Mayor Arm Febrinaldi Musdar. Sementara itu, Serma Herwan Helmi terus membangun komunikasi dengan warga selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kedekatan Babinsa dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial. “Bagi kami, masyarakat bukan orang lain. Warga adalah bagian dari keluarga besar yang harus selalu kita jaga kebersamaannya. Kalau masyarakat membutuhkan, Babinsa harus berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan,” tutur Serma Herwan Helmi secara humanis. Kegiatan jalan santai juga menjadi momentum memperkuat semangat persatuan dan gotong royong. Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, pemuda serta warga menunjukkan kuatnya sinergi di Kelurahan Batuang Taba XX. Antusiasme warga dalam menyambut HUT RI ke-81 menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui kegiatan positif seperti ini, kebersamaan sekaligus rasa cinta tanah air dapat terus ditanamkan dari lingkungan masyarakat. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh suasana kekeluargaan hingga selesai. Kehadiran Serma Herwan Helmi dan Mayor Arm Febrinaldi Musdar menegaskan komitmen Koramil 04/LL untuk terus dekat dengan masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mewujudkan semangat TNI Untuk Rakyat dan TNI Bersama Rakyat. TNI UNTUK RAKYAT — TNI BERSAMA RAKYAT. Dari Hobi Jadi Rezeki, Aipda Dian Wihendro Ratno Dorong UMKM Sambil Berbagi untuk Yatim dan Lansia Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Polsek Padang Utara Tekankan Nilai Humanis dan Pelayanan kepada Masyarakat
Berita  

Dirut Perumda Padang Jelaskan Air Keruh, Infrastruktur Pascabencana Masih Dioptimalkan

RADJA MEDIA | PADANG — Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan penyebab meningkatnya kekeruhan air yang dikeluhkan sebagian pelanggan. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya kekeruhan air baku serta sejumlah infrastruktur utama yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Penjelasan itu disampaikan Hendra menanggapi aspirasi Garda Muda Merah Putih (GMMP) Sumatera Barat yang menggelar unjuk rasa di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Jalan H. Agus Salim Nomor 10, Sawahan, Padang Timur, Senin (24/8/2026).

Dalam orasinya, massa menyoroti kualitas air yang diterima pelanggan serta mempertanyakan pengelolaan dan pengendalian sampah. Massa ditemui Sekretaris Perusahaan Perumda Air Minum Kota Padang, Richi Gautama. Aspirasi pengunjuk rasa diterima untuk diteruskan kepada jajaran direksi.

Hendra mengakui pelayanan dan kualitas air masih menghadapi kendala. Namun, menurut dia, kondisi tersebut bukan faktor yang disengaja, melainkan akibat faktor alam dan kegiatan eksternal yang turut memengaruhi sumber air baku serta infrastruktur perusahaan.

“Memang ada beberapa kendala dalam pelayanan dan kualitas produk. Namun, kondisi itu bukan sesuatu yang disengaja. Ada faktor alam dan kegiatan eksternal yang ikut berdampak terhadap infrastruktur serta pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang,” kata Hendra.

Banjir dan longsor sejak akhir 2025 menyebabkan sejumlah intake tertimbun sedimen, pipa transmisi hanyut, pompa terendam, serta kerusakan pada jembatan pipa Gunung Nago yang menjadi salah satu jalur utama pasokan air.

Sejumlah komponen accelerator di Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun juga mengalami kerusakan pascabencana sehingga memerlukan perbaikan menyeluruh. Unit tersebut berperan penting dalam proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi untuk memisahkan lumpur serta material lainnya dari air baku.

Perumda juga melakukan pemasangan pipa transmisi jalur kedua dari Intake Palukahan untuk memperkuat pelayanan wilayah utara. Pemulihan dan optimalisasi turut dilakukan pada Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Peraku.

“Intake dan beberapa infrastruktur lain yang terdampak masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Termasuk Intake Lubuk Peraku, yang saat ini juga sedang kita optimalkan agar dapat menunjang peningkatan pelayanan,” ujar Hendra.

Menurut dia, curah hujan yang kembali meningkat dan kondisi cuaca tidak menentu ikut meningkatkan kekeruhan air baku. Lumpur, pasir, dan berbagai material dari daerah tangkapan air terbawa ke sungai yang menjadi sumber produksi Perumda.

“Ketika curah hujan tinggi, tingkat kekeruhan air baku meningkat secara signifikan. Pada sebagian lokasi, air bercampur lumpur. Bahkan, dalam kondisi tertentu, material lumpurnya lebih dominan dibandingkan air. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap proses pengolahan dan kualitas air,” katanya.

Kombinasi antara air baku yang sangat keruh dan infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih meningkatkan beban instalasi pengolahan. Perusahaan harus menyesuaikan kapasitas produksi dan mengolah air secara lebih hati-hati agar kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan tetap terjaga.

“Petugas kami tetap bekerja maksimal. Dalam kondisi seperti ini, perhatian utama kami adalah bagaimana kualitas produk tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan terus berjalan,” tegasnya.

Pemulihan infrastruktur pascabencana mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai sekitar Rp82 miliar. Perumda Air Minum Kota Padang bertindak sebagai pendamping dalam pemetaan kebutuhan, sedangkan pekerjaan dilaksanakan melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

“Perumda hanya bertindak sebagai pendamping dalam pemetaan kegiatan. Pekerjaan dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Dukungan ini diarahkan untuk pemulihan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan dan produk pascabencana,” kata Hendra.

Mengenai pengelolaan dan pengendalian sampah, Hendra menegaskan keterlibatan Perumda hanya dalam membantu pemungutan iuran berdasarkan penugasan Pemerintah Kota Padang.

Operator teknis pengangkutan, pengelolaan, dan pengendalian sampah berada di Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Hasil pungutan melalui tagihan pelanggan, menurut Hendra, langsung disetorkan ke rekening DLH.

“Perumda Air Minum hanya membantu pemungutan iuran sampah sebagaimana mandat Pemerintah Kota Padang. Operator teknisnya berada di Dinas Lingkungan Hidup dan hasil pungutannya langsung disetorkan ke rekening DLH Kota Padang,” jelasnya.

Hendra berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan dan optimalisasi berlangsung. Seluruh tim teknis masih bekerja untuk memastikan infrastruktur yang terdampak kembali berfungsi dan kualitas pelayanan terus meningkat.

“Kami memahami keluhan masyarakat. Seluruh tim masih bekerja maksimal agar infrastruktur pascabencana kembali berfungsi optimal, kualitas air semakin baik, dan pelayanan kepada pelanggan terus meningkat,” tutup Hendra. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *