Berita  

Lise Eka Putra: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, Kekompakan Warga Jadi Kekuatan Nagari

TANAH DATAR, RMO | Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuh, tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Di tengah semarak perayaan, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, membawa pesan yang jauh lebih mendasar: kemerdekaan harus diisi dengan kebersamaan, ilmu pengetahuan, kepedulian dan kerja nyata masyarakat.

Pesan itu disampaikan Lise saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Nagari Batipuah Baruah, Kamis (13/8/2026). Baginya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu tidak cukup hanya dikenang melalui upacara, perlombaan maupun berbagai kegiatan perayaan. Nilai kemerdekaan justru terlihat dari bagaimana masyarakat menjaga kehidupan yang rukun dan saling menguatkan.

Lise mengajak warga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk mempererat persatuan. Menurutnya, masyarakat yang mampu menjaga kekompakan akan lebih kuat menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah kehidupan nagari.

“Kemerdekaan ini kita isi dengan mempersiapkan diri dan memperkuat kekompakan. Masyarakat harus tetap hidup rukun, damai, dan saling membantu. Itu merupakan salah satu cara kita mengisi kemerdekaan,” ujar Lise.

Ada satu hal yang ditekankan Lise: pembangunan tidak selalu identik dengan besarnya anggaran. Menurut dia, kepedulian warga dan semangat gotong royong merupakan modal sosial yang tidak kalah penting. Ketika masyarakat mau bergerak bersama, keterbatasan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti mencari jalan keluar.

Pandangan tersebut menjadi penting bagi kehidupan nagari. Sebab, pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang infrastruktur yang terlihat secara fisik, tetapi juga tentang hubungan sosial yang sehat, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta kemauan warga untuk ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Semangat yang dibawa Lise dirangkum dalam tiga kata sederhana namun kuat: bersatu, berilmu dan bergotong royong. Ketiganya diharapkan menjadi pegangan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan sekaligus mendorong lahirnya nagari yang maju, mandiri, aman dan sejahtera.

Di tengah kegiatan tersebut, perhatian juga diberikan kepada para kader PKK dan Posyandu. Wali Nagari Batipuah Baruah, Mulyadi BJ, memberikan penghargaan kepada kader yang selama ini aktif membantu pemerintah nagari dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan. Apresiasi itu menjadi pengingat bahwa kerja sosial di tingkat paling dekat dengan masyarakat sering kali bertumpu pada orang-orang yang bekerja tanpa banyak sorotan.

Perayaan HUT RI di Batipuah Baruah pun berlangsung dalam suasana yang memadukan nasionalisme dan budaya lokal. Parade serta peragaan busana baju kurung basiba, fashion show, hingga perlombaan memasak dan menghias nasi goreng membuat peringatan kemerdekaan terasa dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, pesan Lise bukan sekadar ajakan untuk meramaikan peringatan kemerdekaan. Ada pesan sosial yang lebih dalam: sebuah nagari akan sulit bergerak maju apabila warganya berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, ketika persatuan dijaga, pengetahuan terus dikembangkan dan gotong royong tetap hidup, kemerdekaan dapat benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, dari Batipuah Baruah, semangat HUT ke-81 RI kembali ditegaskan dari tingkat masyarakat: kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat masa lalu, tetapi tentang menentukan apa yang dilakukan hari ini untuk masa depan. Kekompakan warga, kepedulian dan kemauan untuk bergotong royong menjadi bagian penting dari cara masyarakat Tanah Datar meneruskan semangat kemerdekaan.

NB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *