Berita  

Jambore Nasional XII 2026 Jadi Momentum, II Apriyatna, S.E. Tekankan Karakter dan Kemandirian Pramuka

SUMBAR | Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk kembali melihat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan, terampil dan memiliki semangat pengabdian. Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari II Apriyatna, S.E., yang menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka sekaligus memberikan pesan tentang pentingnya membangun generasi yang siap berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

Semangat itu tergambar dalam pesan yang diusung II Apriyatna, S.E., melalui ucapan “Selamat Memperingati Hari Pramuka ke-65”. Bukan sekadar peringatan seremonial, Hari Pramuka menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai-nilai yang selama ini melekat pada gerakan kepanduan Indonesia, terutama pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Peringatan tahun ini juga beriringan dengan pelaksanaan Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026. Dalam materi ucapan tersebut, Jambore Nasional mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema ini memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya diarahkan pada aktivitas kepanduan, tetapi juga pada kemampuan generasi muda menjawab tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

Pesan tentang kreativitas menjadi salah satu hal yang relevan di tengah perubahan zaman. Generasi muda dituntut tidak hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi dan informasi, tetapi mampu menghasilkan gagasan, karya dan inovasi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Begitu pula dengan keterampilan dan kemandirian. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan karena generasi muda dipersiapkan untuk mampu mengambil peran, menyelesaikan persoalan dan tidak mudah bergantung kepada orang lain. Kemandirian juga menjadi modal penting untuk membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Tema Jambore Nasional XII 2026 yang mengaitkan gerakan Pramuka dengan swasembada pangan memberikan pesan yang lebih luas. Ketahanan pangan bukan hanya persoalan pemerintah atau sektor pertanian, tetapi juga membutuhkan kesadaran generasi muda untuk mengenal potensi lingkungan, mengembangkan keterampilan serta ikut menjaga sumber daya yang tersedia.

Di sisi lain, Pramuka memiliki ruang yang besar dalam menanamkan nilai kedisiplinan, gotong royong, kepemimpinan dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang tidak hanya berguna ketika seseorang mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga ketika mereka memasuki kehidupan bermasyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

II Apriyatna, S.E. melalui pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut juga menegaskan semangat “Siap Berkarya, Berbakti Tanpa Henti Demi Bangsa dan Negara.” Kalimat tersebut memperkuat makna bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk membangun karakter, membantu sesama dan memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan demikian tidak semestinya berhenti pada ucapan dan seremoni. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana semangat tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata: membentuk generasi yang berkarakter, memiliki wawasan luas, menguasai keterampilan, mampu berinovasi serta mempunyai kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Pada akhirnya, Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berwawasan, berketerampilan dan berdedikasi. Pesan II Apriyatna, S.E. menjadi bagian dari ajakan untuk menjaga semangat tersebut agar Pramuka terus hadir sebagai ruang pembentukan generasi muda yang siap berkarya, berbakti dan ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Katim RMO Group | Heru Rmyd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *