Berita  

Giat Jamnas XII Jadi Panggung Regenerasi, Kisah Iptu Dicky dan Putrinya Sentuh Perjalanan Polres Solok Kota

POLRES SOLOK KOTA | Ada cerita sederhana namun sarat makna di balik keikutsertaan Kontingen Kota Solok dalam giat Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Graha Wisata Wiladatika Cibubur. Cerita itu datang dari keluarga Iptu Dicky Saputra, S.H., Kapolsek X Koto Diatas, yang sekaligus memperlihatkan kedekatan dunia kepolisian dengan kehidupan masyarakat melalui semangat Pramuka.

Tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat. Pada 1996, Dicky masih seorang pelajar SMPN 4 Kota Solok ketika dipercaya memperkuat Kontingen Kota Solok pada Jamnas VI di Cibubur. Kini, setelah melewati perjalanan panjang hingga menjadi anggota Polri, pengalaman tersebut seolah kembali hadir ketika putrinya, Althafi Hilmanisa Khaira, ikut memperkuat Kontingen Kota Solok pada Jamnas XII tahun 2026.

Bagi Dicky, Pramuka bukan sekadar kenangan masa sekolah. Nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab dan kepedulian yang diperoleh sejak menjadi anggota Pramuka menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Nilai-nilai tersebut kemudian bertemu dengan pengabdiannya di kepolisian, terutama ketika menjalankan tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Perjalanan Dicky di jajaran Polri, khususnya di wilayah Polres Solok, juga tidak terlepas dari tugas pelayanan masyarakat. Ia pernah menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Kubung dan dikenal sebagai salah satu Bhabinkamtibmas berprestasi. Sejak 6 Mei 2026, amanah baru dipercayakan kepadanya sebagai Kapolsek X Koto Diatas.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas kepolisian, kisah Dicky bersama sang putri menghadirkan sisi lain seorang anggota Polri. Bukan hanya tentang seragam dan jabatan, tetapi tentang seorang ayah yang menyaksikan anaknya tumbuh dan memilih aktivitas yang dahulu pernah dijalaninya. Di sinilah semangat Polri untuk masyarakat terasa dalam bentuk yang lebih dekat dan manusiawi.

Althafi yang lahir di Solok pada 31 Mei 2012 kini meneruskan pengalaman tersebut bersama generasinya. Ia menjadi bagian dari Kontingen Kota Solok dalam giat Jamnas XII. Perjalanan ayah dan anak ini menjadi gambaran bahwa semangat kepanduan dapat diwariskan bukan melalui paksaan, melainkan melalui keteladanan dan pengalaman yang ditanamkan dalam keluarga.

Kisah tersebut juga memperlihatkan kuatnya peran para pembina Pramuka Kota Solok. Drs. Ali Musber, pensiunan guru SMKN 1 Solok sekaligus penggiat Pramuka dan pengurus Kwarcab Kota Solok, serta Satria Arjuna turut menjadi bagian dari perjalanan kepanduan lintas generasi tersebut. Mereka menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan orang-orang yang bersedia mendampingi dengan sabar.

Kontingen Kota Solok sebelumnya dilepas Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menuju Jamnas XII dan menempuh perjalanan darat menggunakan bus PO TAM Pewe Class hingga tiba di Cibubur. Di balik giat besar tersebut, cerita keluarga Iptu Dicky memberikan warna tersendiri. Dari seorang pelajar Pramuka pada 1996 hingga menjadi Kapolsek X Koto Diatas, lalu menyaksikan putrinya mengikuti jejak yang sama, ada pesan sederhana yang kuat: pengabdian kepada masyarakat dapat tumbuh dari hal-hal kecil, dari keluarga, pendidikan, kebersamaan dan keteladanan.

Kisah ini menjadi gambaran sisi humanis personel Polres Solok Kota/Polri, bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga bagaimana nilai kedisiplinan, kepedulian, keteladanan serta kedekatan dengan masyarakat terus dibangun melalui berbagai ruang kehidupan.

Katim RMO Group | Wyndoee 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *