Berita  

Galodo Arosuka: Satu Korban Ditemukan Meninggal, Satu Warga Masih Dicari

SOLOK, RADJA MEDIA — Upaya pencarian korban banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus dilakukan hingga Selasa (22/9/2026). Dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang ditemukan bernama Dafi, 20 tahun, warga Kayu Aro Aia Baliang. Tim SAR menemukan korban di aliran sungai dan selanjutnya mengevakuasinya ke RSUD Arosuka.

Sementara itu, Algusral, 59 tahun, warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguk, masih belum ditemukan.

Operasi pencarian diperkuat dengan melibatkan 631 personel gabungan. Unsur yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan dan unsur terkait lainnya.

Tim melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang terdampak, terutama kawasan aliran sungai dan titik yang diperkirakan menjadi jalur material galodo.

Bencana tersebut terjadi pada Senin malam (21/9/2026) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Kabupaten Solok. Arus banjir membawa material lumpur, batu, kayu dan material lainnya hingga memasuki kawasan permukiman dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Selain korban hilang dan meninggal, data BPBD sebelumnya mencatat empat warga mengalami luka-luka. Proses pendataan korban masih dilakukan sehingga angka tersebut masih dapat berubah.

Dampak galodo juga menyentuh fasilitas pemerintahan. Sebanyak 11 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak, sementara 28 kendaraan, terdiri dari 21 mobil dan tujuh sepeda motor, turut terdampak.

Sebanyak 32 warga dari sembilan kepala keluarga juga harus mengungsi. Sebagian warga ditempatkan di rumah dinas Wakil Bupati Solok dan sebagian lainnya berada di kawasan RSUD Arosuka.

Di tengah operasi pencarian, petugas juga melakukan pembersihan material yang menutup akses jalan. Jalur Solok–Padang yang sempat terganggu kini sudah dapat dilalui secara terbatas dengan sistem buka-tutup di sejumlah titik.

Pemerintah daerah bersama aparat dan unsur kebencanaan masih memprioritaskan pencarian korban yang belum ditemukan sekaligus melakukan penanganan terhadap warga terdampak.

Hingga Selasa sore, status penanganan galodo masih berada dalam tahap tanggap darurat, dengan pencarian satu warga yang hilang menjadi salah satu prioritas utama operasi gabungan. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *