Berita  

1976 Suara untuk EPG, Syafni Nola Putri Titipkan Harapan Besar untuk Nagari Aie Dingin

AIE DINGIN, RADJA MEDIA — Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak Kabupaten Solok yang berlangsung pada 9 September 2026 menjadi momentum demokrasi bagi masyarakat di 23 nagari yang mengikuti pemilihan secara serentak. Salah satunya Nagari Aie Dingin.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara atau quick count yang diterima, calon Wali Nagari Aie Dingin Endra Putra Gunawan (EPG) memperoleh 1.976 suara. Sementara calon lainnya, Afrizal, memperoleh 1.802 suara.

Dengan perolehan sementara tersebut, EPG unggul 174 suara dari pesaing terdekatnya.

Hasil tersebut kemudian mendapat perhatian dari salah seorang anak Nagari Aie Dingin, Syafni Nola Putri. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada EPG sekaligus menitipkan harapan agar kepemimpinan ke depan mampu membawa Nagari Aie Dingin menuju kondisi yang lebih mandiri dan sejahtera.

“Selamat atas kemenangan EPG. Kami titipkan Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani,” ujar Syafni Nola Putri.

Menurut Syafni, kemenangan dalam kontestasi Pilwana bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari amanah yang lebih besar. Setelah masyarakat menentukan pilihan, pemimpin terpilih memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai proses demokrasi selama Pilwana merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar, tetapi perbedaan tersebut diharapkan tidak berlanjut setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.

“Tugas ke depan tentu semakin berat. Membangun nagari tidak bisa dilakukan oleh satu orang dan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah nagari,” katanya.

Syafni menekankan pentingnya gotong royong, kebersamaan dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam menjalankan pembangunan nagari.

Menurut dia, pembangunan tidak semestinya hanya melibatkan masyarakat yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon terpilih. Seluruh anak nagari, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda dalam Pilwana, memiliki posisi yang sama dalam pembangunan setelah proses demokrasi selesai.

“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Tetapi persatuan setelah pilihan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap hasil Pilwana Aie Dingin dapat menjadi titik awal untuk membangun semangat baru di tengah masyarakat. Pemimpin yang memperoleh mandat diharapkan mampu menjalankan pemerintahan secara terbuka, merangkul seluruh kelompok masyarakat serta menempatkan kepentingan nagari sebagai prioritas.

Harapan tersebut mencakup pembangunan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan, penguatan sumber daya manusia, perhatian terhadap generasi muda, serta pelestarian nilai adat dan agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Syafni juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan nagari tidak sederhana. Pemerintah nagari membutuhkan dukungan masyarakat, lembaga kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda serta berbagai unsur lainnya agar program pembangunan dapat berjalan efektif.

“Kami titipkan harapan besar kepada pemimpin yang telah diberikan amanah oleh masyarakat. Tetapi kami juga memahami, sebesar apa pun seorang pemimpin, ia tidak akan mampu membangun nagari sendirian,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Aie Dingin untuk kembali menyatukan langkah setelah Pilwana. Perbedaan politik selama proses pemilihan diharapkan dapat ditinggalkan dan digantikan dengan semangat persaudaraan.

Menurut Syafni, kemenangan seorang calon pada akhirnya bukan semata-mata mengenai jumlah suara yang diperoleh, tetapi bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami titipkan Nagari Aie Dingin. Mandiri Nan Madani. Untuk hari ini, untuk generasi yang akan datang, dan untuk seluruh anak nagari,” ujarnya.

Hasil 1.976 suara yang diraih EPG masih merupakan hasil perhitungan sementara berdasarkan informasi quick count yang diterima. Penetapan calon terpilih tetap mengacu pada hasil resmi dan tahapan yang ditetapkan penyelenggara Pilwana Kabupaten Solok.

Dengan berakhirnya pemungutan suara, perhatian masyarakat kini bergeser dari kompetisi menuju proses membangun kembali kebersamaan. Bagi masyarakat Aie Dingin, Pilwana bukan hanya tentang menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga bagaimana seluruh elemen nagari dapat berjalan bersama setelah pilihan politik ditetapkan.

Kini, amanah baru menanti pemimpin yang memperoleh kepercayaan masyarakat. UMR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *