Berita  

Wabup Candra Tinjau Pematangan Lahan Sekolah Rakyat Arosuka, Dua Alat Berat Mulai Bekerja

AROSUKA, RADJAMEDIA.ID — Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. meninjau langsung proses pematangan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Taman Hutan Kota Arosuka, Kabupaten Solok, Selasa (8/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tahapan persiapan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Solok berjalan sesuai rencana, sekaligus memastikan lahan siap untuk dilanjutkan ke tahapan pembangunan berikutnya.

Candra didampingi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok saat melihat langsung kondisi lokasi. Di lapangan, dua unit alat berat telah mulai bekerja melakukan pematangan lahan.

Aktivitas alat berat terlihat melakukan pembukaan dan penataan kontur tanah. Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan bidang lahan sebelum pembangunan fisik utama Sekolah Rakyat dilaksanakan.

Perkembangan ini menjadi tindak lanjut dari proses koordinasi dan pengecekan kesiapan lokasi yang dilakukan pemerintah daerah sebelumnya. Pemkab Solok ingin memastikan pekerjaan yang menjadi kewenangan daerah dapat diselesaikan sesuai tahapan sehingga tidak menghambat proses pembangunan selanjutnya.

Selain pekerjaan fisik, aspek administrasi pertanahan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah sebelumnya mendorong penyelarasan data pertanahan dengan Kantor Pertanahan/ATR-BPN, terutama terkait data luas dan batas bidang lahan yang akan digunakan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan lahan tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki kejelasan administrasi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.

Pemkab Solok menargetkan proses pematangan lahan dapat diselesaikan pada 4 Oktober 2026. Dengan mulai beroperasinya alat berat, pemerintah daerah kini dituntut menjaga konsistensi progres pekerjaan hingga target tersebut tercapai.

Wabup Candra dalam peninjauan itu memastikan tahapan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten terus berjalan. Menurutnya, kesiapan lahan harus menjadi perhatian agar tahapan berikutnya dapat dilaksanakan tanpa hambatan.

Pematangan lahan juga harus memperhatikan kondisi kontur, elevasi, stabilitas tanah, akses serta kebutuhan drainase. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari kesiapan teknis sebelum pembangunan fasilitas utama Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat permanen di Arosuka nantinya diharapkan menjadi fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi peserta didik penerima manfaat program tersebut.

Saat ini, kegiatan Sekolah Rakyat Kabupaten Solok masih memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) di Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Sementara lokasi permanen dipersiapkan di kawasan Taman Hutan Kota Arosuka.

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program.

Bagi Pemkab Solok, pekerjaan pematangan lahan saat ini merupakan tahapan awal yang harus dikawal secara serius. Setelah lahan siap, proses pembangunan akan berlanjut pada tahapan berikutnya sesuai kewenangan dan rencana yang telah ditetapkan.

Peninjauan langsung Wabup Candra menunjukkan pemerintah daerah tidak hanya menunggu proses berjalan, tetapi ikut memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Dua alat berat yang mulai bekerja hari ini menjadi penanda bahwa pematangan lahan Sekolah Rakyat Arosuka telah memasuki tahap pekerjaan fisik. Tantangan berikutnya adalah memastikan pekerjaan tersebut selesai tepat waktu, memenuhi kebutuhan teknis, serta siap mendukung pembangunan fasilitas permanen. UMR

RADJA MEDIAMengawal pembangunan, menyajikan fakta dari lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *