Berita  

Empat Titik Infrastruktur Disambangi Andre Rosiade dalam Sehari di Sumbar

RADJA MEDIA, PADANG/SOLOK — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyambangi sejumlah titik infrastruktur di Sumatera Barat, Jumat (18/9/2026). Memulai agenda dari Kota Padang, Andre kemudian bergerak ke Kabupaten dan Kota Solok untuk meninjau sejumlah kebutuhan pembangunan.

Dalam sehari, sedikitnya empat agenda infrastruktur menjadi perhatian, mulai dari akses jalan menuju Universitas Andalas, kebutuhan air bersih RSUP Dr. M Djamil Padang, pembangunan BTS di Sulit Air, hingga Jalan Lingkar Utara Kota Solok.

Agenda Andre di Padang diawali dengan meninjau ruas Jalan Mohammad Hatta di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh. Ruas tersebut merupakan salah satu akses menuju Kampus Universitas Andalas di Limau Manis.

Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi dalam peninjauan tersebut.

Pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp44 miliar melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk menangani ruas sepanjang sekitar 5,71 kilometer.

Penanganan jalan tersebut diarahkan pada perbaikan kondisi perkerasan atau overlay.

“Alhamdulillah pemerintah Presiden Prabowo mengeluarkan Inpres Jalan Daerah untuk Jalan Mohammad Hatta ini. Totalnya sekitar 5,7 kilometer dengan anggaran Rp44 miliar,” kata Andre.

Dari persoalan jalan, agenda Andre berlanjut ke RSUP Dr. M Djamil Padang.

Di rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat tersebut, Andre menyerahkan hasil pembangunan sumur bor dengan kedalaman sekitar 124 meter untuk mendukung kebutuhan air bersih rumah sakit.

Kebutuhan air menjadi salah satu persoalan penting di RSUP Dr. M Djamil. Sebelumnya, kebutuhan operasional rumah sakit disebut mencapai sekitar 24 mobil tangki air setiap hari.

Andre mengatakan persoalan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

“Saya telepon waktu itu Dirjen SDA dan juga Pak Menteri PU untuk diskresi agar diberikan anggaran,” ujar Andre.

Plt Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi membenarkan sumur bor tersebut telah selesai dibangun dengan kedalaman sekitar 124 meter.

Setelah menyelesaikan agenda di Padang, Andre bergerak menuju Kabupaten Solok.

Di Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Andre bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu menghadiri peresmian Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel.

Pembangunan BTS tersebut ditujukan untuk memperkuat akses komunikasi dan internet masyarakat di kawasan tersebut.

Bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan jaringan, keberadaan BTS menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur dasar di tengah meningkatnya aktivitas digital.

Bupati Solok Jon Firman Pandu turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut dan berharap pemerataan jaringan dapat terus dilakukan di wilayah Kabupaten Solok.

Perjalanan Andre kemudian berlanjut ke Kota Solok.

Di kawasan Laing, tepatnya di depan Kantor KAN Laing, Andre meninjau Jalan Lingkar Utara bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal serta Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi.

Dalam peninjauan itu, Andre menyampaikan adanya dukungan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah untuk melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Utara.

Untuk tahap awal, anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp49 miliar, dengan penanganan ruas sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer.

Andre menyebut proses tender ditargetkan berlangsung Oktober 2026 dan pekerjaan paling lambat dimulai November. Penyelesaian tahap awal ditargetkan sekitar Juni 2027.

Pembangunan Jalan Lingkar Utara dilakukan secara bertahap. Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan kebutuhan akhir ruas tersebut mencapai empat lajur.

Andre mengatakan jalur berikutnya akan kembali diperjuangkan melalui program Inpres Jalan Daerah pada 2027.

“InsyaAllah jalur sebelahnya akan kita selesaikan melalui Inpres Jalan Daerah tahun 2027,” kata Andre.

Saat meninjau ruas tersebut, Andre juga menekankan pentingnya fungsi jalan bagi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Yang penting tembus. Ekonomi berjalan. Ekonomi bergerak,” ujarnya.

Dengan demikian, rangkaian agenda Andre pada 18 September bergerak dari Padang menuju Solok, dengan perhatian pada empat kebutuhan infrastruktur: akses jalan menuju kawasan pendidikan, sumber air rumah sakit, jaringan telekomunikasi masyarakat, serta konektivitas jalan antarwilayah.

Sejumlah program tersebut masih membutuhkan tahapan lanjutan, terutama proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan fisik. Realisasi di lapangan selanjutnya menjadi bagian yang perlu dikawal bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *