Berita  

Pascarelokasi PKL, Tugu Ayam Arosuka Makin Nyaman, Penataan JFP–Candra Tuai Apresiasi

SOLOK |RADJA MEDIA — Penataan kawasan Tugu Ayam Kukuak Balenggek di Arosuka mulai memperlihatkan wajah baru. Pascarelokasi pedagang kaki lima (PKL), kawasan yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Solok tersebut kini terlihat lebih lapang, bersih dan asri. Perubahan itu mendapat apresiasi dari masyarakat lokal maupun pengunjung yang melintas.

Sebelum relokasi, aktivitas dan lapak pedagang berada di sekitar area utama taman sehingga fungsi ruang terbuka serta pandangan terhadap Tugu Ayam belum maksimal. Pemerintah Kabupaten Solok kemudian melakukan penataan dengan memindahkan PKL ke lokasi yang lebih tertib, namun tetap berada dalam jarak dekat dari kawasan utama.

Kini, suasana berbeda mulai terasa. Remaja, keluarga hingga masyarakat yang melintasi kawasan Arosuka terlihat memanfaatkan Tugu Ayam sebagai tempat singgah, bersantai dan melepas penat.

Daya tariknya semakin kuat karena kawasan Tugu Ayam bersisian langsung dengan pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka. Posisi strategis tersebut membuat Tugu Ayam tidak hanya menjadi monumen dan ikon daerah, tetapi juga bagian dari wajah pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

Riki, warga Kayu Jao, mengaku perubahan tersebut membuat kawasan semakin nyaman dikunjungi.

“Sekarang lebih bersih, lapang dan enak dipandang. Tugu Ayam juga terlihat jelas sebagai ikon Kabupaten Solok. Kita bisa duduk menikmati udara sejuk. Kalau mau membeli makanan atau minuman, lokasi pedagang juga dekat,” kata Riki.

Apresiasi juga disampaikan Fika, warga Koto Baru. Menurut dia, penataan yang dilakukan pemerintahan Bupati Jon Firman Pandu (JFP) dan Wakil Bupati H. Candra mampu mengembalikan fungsi taman tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sekarang suasananya lebih menarik dan asri. Apalagi berada di kawasan pusat pemerintahan. Mau duduk santai nyaman, mau jajan juga dekat. Kami mengapresiasi penataan yang dilakukan Pak Jon Firman Pandu dan Pak Candra,” ujarnya.

Armen, warga Dharmasraya yang singgah saat melintas, juga memberikan penilaian positif. Menurut dia, kawasan yang tertata memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat luar daerah yang memasuki atau melintasi pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

“Kalau orang dari luar daerah melintas dan melihat ikon daerah bersih serta tertata, tentu memberikan kesan yang baik. Tempat ini sekarang nyaman untuk berhenti, menikmati udara dan pemandangan. Penataan seperti ini patut diapresiasi,” kata Armen.

Selain mempertahankan kebersihan dan keasrian, pengunjung berharap pengembangan Tugu Ayam dapat dilanjutkan dengan konsep taman digital.

Konsep tersebut dapat memadukan ruang terbuka hijau dengan fasilitas pendukung aktivitas digital, seperti Wi-Fi publik, titik pengisian daya perangkat elektronik, tempat duduk yang nyaman untuk menggunakan laptop dan gawai, serta papan informasi digital.

Sejumlah titik juga dapat dilengkapi kode QR yang memberikan akses terhadap informasi mengenai Ayam Kukuak Balenggek, sejarah dan budaya Kabupaten Solok, destinasi wisata, agenda pemerintah daerah hingga promosi UMKM dan produk ekonomi kreatif masyarakat.

“Kalau nanti ada Wi-Fi, tempat menggunakan laptop, fasilitas mengisi daya dan informasi digital, pasti lebih seru. Pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat yang pekerjaannya banyak berkaitan dengan dunia digital pasti betah di sini,” ujar Fika.

Gagasan tersebut dinilai berpotensi memperluas fungsi Tugu Ayam. Kawasan tidak hanya menjadi tempat berfoto atau beristirahat, tetapi dapat berkembang menjadi ruang belajar, berdiskusi, bekerja dan berinteraksi bagi masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan area PKL yang tetap dekat memungkinkan pengunjung menikmati beragam makanan dan minuman tanpa harus meninggalkan kawasan terlalu jauh. Dengan demikian, penataan ruang publik dan aktivitas ekonomi pedagang tetap dapat berjalan berdampingan.

Hawa Arosuka yang sejuk, taman yang semakin asri, posisi yang bersisian dengan pusat pemerintahan serta keberadaan aneka jajanan menjadi kombinasi yang memperkuat daya tarik Tugu Ayam Kukuak Balenggek.

Pascarelokasi PKL, ikon Kabupaten Solok tersebut perlahan kembali pada fungsi utamanya sebagai taman dan ruang publik. Penataan itu pun mulai membuahkan pujian terhadap kepemimpinan JFP–Candra sekaligus membuka peluang menjadikan Tugu Ayam sebagai salah satu tujuan alternatif masyarakat untuk bersantai, melepas penat dan menikmati wajah Arosuka yang semakin tertata. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *