PADANG | Sebanyak 62 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 datang ke Kota Padang dalam agenda Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) untuk melihat langsung kondisi wilayah yang berkaitan dengan ancaman megathrust, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto tersebut tidak hanya menjadi agenda pendidikan, tetapi juga menjadi proses pengumpulan data dan pengamatan lapangan terkait kesiapan daerah menghadapi potensi bencana besar di kawasan pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto menjadi salah satu unsur yang mengikuti rangkaian pembahasan terkait kondisi wilayah Kota Padang. Sebagai satuan kewilayahan, Kodim 0312/Padang memiliki gambaran langsung mengenai karakter daerah, masyarakat, serta potensi persoalan yang muncul saat menghadapi situasi darurat.
Marsekal Madya TNI Arif Widianto menjelaskan bahwa KKDN Sesko TNI dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para perwira mengenai kondisi nyata di daerah. Para peserta tidak hanya mempelajari teori selama pendidikan, tetapi juga melihat bagaimana persoalan strategis terjadi di lapangan.
Pembahasan utama dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan ancaman megathrust dan bagaimana kesiapan pemerintah daerah serta unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan bencana. Kawasan pesisir Sumatera Barat menjadi perhatian karena memiliki kondisi geografis yang membutuhkan perencanaan mitigasi secara serius.
Kolonel Inf Ferry Adianto selaku Dandim 0312/Padang ikut memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah Kota Padang. Data lapangan dan pengalaman satuan kewilayahan menjadi bagian yang dibutuhkan dalam melihat kesiapan daerah secara menyeluruh.
Dalam proses kajian tersebut, Sesko TNI di bawah pimpinan Marsekal Madya TNI Arif Widianto menggali informasi dari berbagai unsur yang berkaitan dengan penanganan bencana dan tata kelola wilayah. Hal itu dilakukan agar para perwira mendapatkan gambaran nyata sebelum menyusun analisa strategis.
Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto menyampaikan bahwa kondisi wilayah harus dipahami secara detail, mulai dari karakter masyarakat, jalur evakuasi, hingga koordinasi antarinstansi. Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana membutuhkan pemahaman kondisi lapangan yang sebenarnya.
Kegiatan KKDN Sesko TNI juga menjadi kesempatan bagi para perwira untuk melihat bagaimana hubungan antara pertahanan negara, pemerintah daerah, dan masyarakat berjalan dalam menghadapi persoalan bersama.
Marsekal Madya TNI Arif Widianto mengatakan bahwa hasil pengamatan lapangan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran para perwira Sesko TNI. Setiap wilayah memiliki tantangan berbeda sehingga diperlukan analisa yang sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
Sementara Kolonel Inf Ferry Adianto terus mengikuti rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pembahasan wilayah Kota Padang. Kehadiran Dandim 0312/Padang dalam agenda tersebut menjadi bagian dari pertukaran informasi mengenai kondisi kewilayahan.
Ancaman megathrust yang menjadi tema utama kajian Sesko TNI menunjukkan pentingnya kesiapan sebelum bencana terjadi. Data, koordinasi, dan pemahaman masyarakat menjadi faktor yang menentukan dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan tersebut, Sesko TNI bersama Marsekal Madya TNI Arif Widianto mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi Padang. Sementara Kodim 0312/Padang di bawah Kolonel Inf Ferry Adianto memberikan dukungan informasi sesuai kondisi wilayah.
Kajian lapangan seperti ini menjadi bagian dari upaya memahami persoalan secara langsung, bukan hanya melalui teori. Informasi yang diperoleh nantinya menjadi bahan analisa bagi para perwira dalam menjalankan tugas di masa mendatang.
Kegiatan Sesko TNI di Kota Padang memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai megathrust membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kondisi lapangan menjadi dasar utama dalam menyusun langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.
Informasi lapangan menjadi bagian penting dalam setiap upaya mitigasi bencana. Sinergi TNI bersama unsur daerah diperlukan agar kesiapan menghadapi risiko dapat dibangun berdasarkan kondisi nyata masyarakat dan wilayah.
Wyndoee











