Berita  

Visi Gunung Talang Berkelas Dunia Dimatangkan, Pemkab Solok Mulai Satukan Pariwisata dan Infrastruktur

RADJAMEDIA.COM, SOLOK — Pemerintah Kabupaten Solok mulai mematangkan persiapan peluncuran program “Gunung Talang Berkelas Dunia” sebagai bagian dari upaya menjadikan sektor pariwisata penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat lintas perangkat daerah yang dipimpin Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., di ruang rapat Wakil Bupati Solok, Arosuka, Selasa (1/9/2026).

Rapat diikuti jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, unsur badan terkait, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Solok. Pertemuan menjadi ruang penyelarasan konsep pengembangan destinasi, kebutuhan infrastruktur, penataan kawasan, dan persiapan peluncuran program.

Agenda tersebut merupakan kelanjutan arah kebijakan pemerintahan Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Candra dalam mengoptimalkan potensi wisata daerah. Gagasan menjadikan Gunung Talang sebagai destinasi berkelas dunia sebelumnya telah muncul dalam sejumlah pertemuan dan materi publikasi Pemkab Solok.

Pada 15 Juli 2026, pemerintah daerah menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Pertemuan itu membahas pengembangan Gunung Talang sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik minat investor di sektor pariwisata.

Pengembangan tersebut diarahkan dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan budaya serta membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekitar. Kolaborasi pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang investasi, dan memberikan dampak terhadap ekonomi daerah.

Dalam sejumlah materi publikasi pemerintah daerah turut muncul wacana penyediaan atraksi dan infrastruktur pariwisata, termasuk pembangunan kereta gantung atau cable car. Namun, gagasan tersebut masih berada pada tataran rencana dan penjajakan karena pemerintah belum mengumumkan studi kelayakan, calon investor definitif, skema pembiayaan, perizinan, maupun jadwal pembangunan.

Candra mengatakan, rapat persiapan menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperkuat potensi Gunung Talang agar semakin dikenal dan dikelola secara optimal.

“Kita menggelar rapat persiapan launching Gunung Talang Berkelas Dunia,” kata Candra melalui akun media sosial resminya.

Menurut Candra, pengembangan kawasan tersebut diarahkan agar Gunung Talang mampu bersaing sebagai destinasi wisata pada tingkat nasional hingga internasional.

“Gunung Talang, menuju destinasi wisata berkelas dunia,” ujarnya.

Gunung Talang mempunyai modal alam yang kuat untuk dikembangkan sebagai ikon pariwisata Kabupaten Solok. Gunung api aktif itu menawarkan panorama pegunungan, jalur pendakian, kawasan perkemahan, agrowisata, serta bentang alam yang terhubung dengan danau dan sejumlah destinasi lain.

Namun, predikat berkelas dunia menuntut kesiapan yang lebih luas daripada promosi dan peluncuran secara seremonial. Pemerintah daerah perlu memastikan akses jalan, sanitasi, area parkir, pusat informasi, penunjuk arah, sistem keselamatan, mitigasi bencana, pengelolaan sampah, dan standar pelayanan wisatawan.

Keterlibatan Dinas PUPR dalam rapat menunjukkan pengembangan Gunung Talang berkaitan erat dengan kesiapan infrastruktur dan penataan ruang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dibutuhkan untuk menyiapkan konsep destinasi, promosi, sumber daya manusia, serta pola pengelolaan yang melibatkan pemerintah nagari, kelompok sadar wisata, dan pelaku usaha lokal.

Status Gunung Talang sebagai gunung api aktif juga harus menjadi pertimbangan utama. Setiap kegiatan pendakian dan pembangunan fasilitas harus mengikuti rekomendasi instansi teknis kebencanaan, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta tidak merusak kawasan hutan dan sumber air.

Dari sisi ekonomi, pengembangan Gunung Talang diharapkan membuka peluang bagi masyarakat dalam penyediaan jasa pemandu, penginapan, transportasi lokal, kuliner, produk pertanian, dan ekonomi kreatif.

Gunung Talang juga dapat dihubungkan dengan wisata danau, agrowisata, desa wisata, budaya, dan kuliner. Integrasi antardestinasi diperlukan agar wisatawan tidak hanya datang untuk mendaki, tetapi memiliki pilihan perjalanan yang lebih panjang di Kabupaten Solok.

Rapat yang dipimpin Candra menjadi tahapan lanjutan untuk menerjemahkan visi pemerintahan Jon Firman Pandu–Candra ke dalam rencana kerja lintas perangkat daerah. Kendati demikian, pemerintah perlu membuka peta jalan program, lokasi prioritas, kebutuhan anggaran, pola investasi, pembagian kewenangan, dan target pelaksanaannya kepada publik.

Keterbukaan tersebut diperlukan agar “Gunung Talang Berkelas Dunia” dapat dinilai berdasarkan tahapan dan hasil yang terukur. Peluncuran program nantinya diharapkan menjadi awal pembenahan tata kelola destinasi, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial.(UMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *