RADJA MEDIA | Bandung – Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah besar dalam membangun masa depan sektor pariwisata dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi strategis ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, melainkan ikhtiar menyusun arah baru pembangunan kawasan wisata Alahan Panjang dan Gunung Talang melalui sebuah master plan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kesepakatan kerja sama ditandatangani langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H. bersama Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. di Ruang Rapim A Rektorat ITB, Bandung, Selasa (4/8/2026).
Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, kemitraan dengan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tersebut menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Alahan Panjang sebagai destinasi wisata unggulan yang memiliki daya saing nasional bahkan internasional.
Bupati Jon Firman Pandu mengatakan, Kabupaten Solok dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Panorama Danau Diatas dan Danau Dibawah, keindahan Gunung Talang, hamparan perkebunan teh, udara pegunungan yang sejuk, serta kekayaan budaya Minangkabau merupakan modal besar yang harus dikelola secara profesional agar memberikan manfaat ekonomi yang optimal.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin pembangunan pariwisata memiliki arah yang jelas, berbasis kajian ilmiah, ramah lingkungan, dan mampu menarik investasi yang berkualitas,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurutnya, penyusunan master plan tidak hanya berbicara mengenai penataan kawasan wisata, tetapi juga mencakup sistem transportasi, pengembangan infrastruktur pendukung, pengelolaan lingkungan, tata ruang investasi, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas pelayanan wisata.
Dengan demikian, pembangunan pariwisata tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang terintegrasi.
Kerja sama dengan ITB juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kapasitas pelaku pariwisata, pengembangan kompetensi guru dan siswa, serta pendampingan berbasis riset dan inovasi.
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, ITB siap memberikan kontribusi dalam menyusun konsep pengembangan kawasan wisata yang adaptif terhadap perubahan, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Pemkab Solok memandang sektor pariwisata sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, pengembangan Alahan Panjang akan diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur, penguatan kawasan hortikultura, pengembangan perkebunan kopi 2.000 hektare, ekonomi kreatif, serta promosi produk-produk unggulan daerah.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Kehadiran wisatawan tidak hanya meningkatkan sektor perhotelan dan restoran, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, homestay, pemandu wisata, hingga pemasaran hasil pertanian dan produk kreatif masyarakat.
Lebih dari itu, kerja sama dengan ITB menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok mulai mengedepankan pendekatan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Perencanaan yang matang diyakini akan menghasilkan kawasan wisata yang tertata, nyaman, aman, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menarik minat investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah.
Apabila seluruh tahapan dapat diwujudkan secara konsisten, Alahan Panjang dan Gunung Talang tidak hanya akan menjadi ikon baru pariwisata Sumatera Barat, tetapi juga simbol transformasi pembangunan Kabupaten Solok menuju daerah yang maju, berdaya saing, dan mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di masa depan.
UMS














