Berita  

S3 Salurkan Rp82,23 Juta untuk Korban Galodo Arosuka, Pemkab Solok Apresiasi Kepedulian Perantau

RADJA MEDIA, KAB SOLOK – Solidaritas perantau Kabupaten Solok kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana galodo di Arosuka. Organisasi Solok Saiyo Sakato (S3) menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp82.230.000 kepada korban bencana, Selasa (3/11/2026).

Bantuan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Rudy Repenaldi Rilis, yang hadir mewakili Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra. Penyerahan berlangsung di Masjid Ikhlas Arrahman, Kayu Aro.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian masyarakat perantauan terhadap kampung halaman, terutama ketika Kabupaten Solok tengah memasuki tahapan transisi pemulihan setelah berakhirnya masa tanggap darurat bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Repenaldi Rilis menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Solok kepada keluarga besar S3 yang telah mengambil bagian membantu masyarakat terdampak.

Kehadiran bantuan dari perantau dinilai memiliki arti penting dalam mendukung proses pemulihan. Sebab, berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta mengakhiri berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Warga terdampak masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi, serta kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah juga membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pemulihan pascabencana. Dalam konteks tersebut, kontribusi organisasi perantau menjadi salah satu bentuk gotong royong yang mempertemukan kepedulian masyarakat di kampung halaman dan rantau.

Bantuan sebesar Rp82,23 juta tersebut disalurkan kepada masyarakat berdasarkan kategori tingkat kerusakan, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum S3 Prof. Dr. Lukman Roka, Ketua S3 Kota Dumai H. Ediswan, serta Penasehat S3 DPP Mayjen (Purn.) Arkamelvi Karmani.

Sekda turut didampingi Asisten I Setdakab Solok Drs. Zaitul Ikhlas, AP, M.Si., Camat Gunung Talang, Wali Nagari Batang Barus, Kepala Jorong Kayu Aro, serta masyarakat penerima bantuan.

Penyaluran bantuan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak berhenti ketika status tanggap darurat berakhir. Justru pada masa transisi pemulihan, kesinambungan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi penting agar warga terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka.UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *