DANAU KEMBAR, KABUPATEN SOLOK – Membentuk generasi muda yang berkarakter tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Anak-anak juga membutuhkan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan hidup bersama. Salah satu wadah yang memiliki peran tersebut adalah Gerakan Pramuka.
Pesan itu relevan dengan pelaksanaan Perkemahan Sabtu Minggu (PerSaMi) Kwartir Ranting (Kwarran) Danau Kembar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., di Lapangan Kantor Camat Danau Kembar, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 1 November 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi peserta didik melalui pendidikan kepramukaan.
Di balik aktivitas perkemahan, terdapat proses pendidikan yang mengajarkan anak memahami arti tanggung jawab. Mulai dari mengikuti aturan kegiatan, mengatur kebutuhan pribadi, bekerja dalam kelompok, hingga menyelesaikan tugas bersama.
Pengalaman semacam ini menjadi bekal penting dalam membangun mental anak agar tidak mudah bergantung kepada orang lain. Mereka belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Pramuka juga memiliki dimensi pendidikan kepemimpinan. Melalui kegiatan kelompok dan regu, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar memimpin sekaligus dipimpin. Mereka dilatih mendengarkan pendapat, membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Tidak kalah penting, pendidikan kepramukaan menanamkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Semangat saling membantu dan gotong royong menjadi pembelajaran agar anak-anak tumbuh dengan kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan kebersamaan.
Dalam pesan yang disampaikan melalui pembukaan kegiatan, Wakil Bupati Solok H. Candra menempatkan PerSaMi sebagai salah satu sarana pembinaan generasi muda.
“Kegiatan PerSaMi ini menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka, sekaligus membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu membangun kebersamaan dan jiwa gotong royong,” demikian pesan H. Candra.
Ia berharap perkemahan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga, meningkatkan keterampilan kepramukaan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai positif dalam kehidupan peserta.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi pola kehidupan anak-anak, pendidikan karakter melalui kegiatan nyata seperti Pramuka menjadi semakin relevan.
Teknologi dapat memperluas pengetahuan, tetapi kemampuan mengendalikan diri, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab tetap membutuhkan proses pendidikan dan keteladanan.
Karena itu, keberhasilan pendidikan generasi muda tidak semestinya hanya diukur dari prestasi akademis. Kematangan sikap, integritas, kemampuan bersosialisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian penting dari kualitas sumber daya manusia.
PerSaMi Kwarran Danau Kembar diharapkan menjadi salah satu ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan karakter, mental mandiri, dan jiwa kepemimpinan.
Sebab, generasi masa depan yang dibutuhkan bukan hanya mereka yang mampu bersaing, melainkan juga yang memiliki tanggung jawab, kepedulian, dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. UMS
RADJA MEDIA – Aktual, Tajam, dan Terpercaya.












