SOLOK – RADJA MEDIA
Masjid memiliki potensi besar dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar tempat menjalankan ibadah, masjid harus mampu menjadi ruang pembentukan karakter, pusat pendidikan generasi, sekaligus penggerak kemandirian sosial dan ekonomi umat.
Perspektif tersebut menjadi perhatian dalam Workshop Solok Menuju Masjid Sejuta Umat yang berlangsung di The Sovia, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Jumat (30/10/2026).
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian workshop yang mengangkat semangat optimalisasi peran masjid dalam kehidupan masyarakat.
Mengusung gagasan masjid sebagai pusat peradaban, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pengelolaan masjid yang lebih produktif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman.
Selama ini, keberadaan masjid kerap lebih banyak diidentikkan dengan kegiatan salat berjamaah dan aktivitas seremonial keagamaan. Padahal, potensi masjid jauh lebih luas apabila dikelola dengan visi pembangunan umat.
Masjid dapat menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki fondasi keimanan sekaligus kemampuan menghadapi tantangan kehidupan modern. Melalui pendidikan agama, pembinaan remaja, kajian keislaman, dan kegiatan sosial, masjid dapat mengambil peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Tidak kalah penting adalah pengembangan fungsi ekonomi. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara transparan serta tepat sasaran dapat menjadi instrumen untuk memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masjid juga memiliki ruang strategis untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk membangun jejaring ekonomi jamaah dan memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dalam konteks kehidupan masyarakat Kabupaten Solok yang memiliki tradisi keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang kuat, optimalisasi fungsi masjid menjadi potensi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Namun, membangun masjid sebagai pusat peradaban tidak cukup hanya dengan memperindah bangunan, memperbesar fasilitas, atau meningkatkan jumlah kegiatan. Hal mendasar yang harus diperkuat adalah kualitas pengelolaan, kapasitas pengurus, keterlibatan jamaah, serta kebermanfaatan program yang dijalankan.
Masjid harus mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat. Mulai dari pendidikan anak dan remaja, penguatan keluarga, kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, hingga pembentukan lingkungan sosial yang harmonis.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan generasi muda menjadi bagian penting dalam mengembangkan gerakan memakmurkan masjid.
Workshop Solok Menuju Masjid Sejuta Umat diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan program nyata yang dapat diterapkan di lingkungan masjid dan nagari.
Kehadiran Wakil Bupati H. Candra dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Solok.
Gagasan Masjid Sejuta Umat pada akhirnya bukan sekadar berbicara tentang kuantitas bangunan maupun aktivitas ibadah. Esensi yang lebih besar adalah bagaimana masjid mampu menjadi sumber perubahan, melahirkan masyarakat berakhlak, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan kesejahteraan.
Sebab, ukuran kemakmuran sebuah masjid bukan hanya terlihat dari megahnya bangunan, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. UMS
RADJA MEDIA – Mengawal Informasi, Menyuarakan Fakta.














