PASAMAN BARAT | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Pasaman Barat resmi melantik pengurus periode 2026–2029 di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (29/10/2026). Mengusung tema “Membangun Sinergi, Mengedepankan Pers Berintegritas di Pasaman Barat”, pelantikan ini menjadi momentum kebangkitan PWI setempat setelah sejak 2014 belum memiliki kepengurusan definitif dan dijalankan melalui pelaksana tugas (Plt).
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan, menyampaikan informasi akurat dan berimbang, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, ia menegaskan kemitraan tidak boleh mengurangi independensi dan profesionalisme jurnalistik. “Pemerintah daerah membutuhkan kritik dan masukan untuk kemajuan daerah kita bersama. Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap bersinergi demi kepentingan masyarakat dan pembangunan Pasaman Barat,” ujarnya. Kritik konstruktif, menurutnya, merupakan bagian penting dalam mengevaluasi kebijakan dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Anggota DPR RI Benny Utama menilai pelantikan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen pembangunan. Ia berharap pengurus baru meningkatkan kompetensi wartawan, menjaga etika jurnalistik, dan mempertahankan kepercayaan publik. Koordinasi pemerintah daerah dengan wakil rakyat di tingkat pusat juga perlu diperkuat, termasuk dalam mendorong program pendidikan seperti sekolah terintegrasi dan sekolah rakyat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Kritik pers, tegasnya, harus berlandaskan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat Widya Navis menyebut terbentuknya kepengurusan definitif sebagai langkah penting membangkitkan kembali organisasi PWI di Pasaman Barat. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2029 mampu memperkuat konsolidasi, menjaga solidaritas anggota, meningkatkan kapasitas wartawan, serta menyusun program kerja yang bermanfaat bagi profesi jurnalistik dan masyarakat.
Ketua PWI Kabupaten Pasaman Barat M. Junir menegaskan kesiapan organisasinya bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial. Ia mengajak pengurus dan anggota menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, mematuhi kode etik, serta menghindari pemberitaan yang mengandung fitnah, provokasi, atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kemitraan profesional harus tetap berpijak pada fakta, independensi, dan peraturan perundang-undangan.
Ketua Panitia Pelantikan Altas Maulana menjelaskan, pembentukan kepengurusan definitif diawali melalui Konferensi Luar Biasa (KLB) pada 16 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, M. Junir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029. PWI Provinsi Sumatera Barat kemudian menerbitkan surat keputusan kepengurusan pada 22 Oktober 2026 sebagai dasar resmi pembentukan kepengurusan definitif setelah bertahun-tahun organisasi dijalankan melalui Plt.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai unsur itu memperkuat harapan agar komunikasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat berjalan secara terbuka dan profesional.
Kepengurusan baru kini menghadapi tantangan membuktikan kebangkitan organisasi melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Sinergi dengan pemerintah harus berjalan seiring dengan keberanian mengawasi kebijakan, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan mengungkap persoalan berdasarkan fakta. Sebab, pers yang berintegritas bukanlah pers yang selalu membenarkan kekuasaan, melainkan pers yang mampu menjaga independensi, menjunjung etika, dan memperoleh kepercayaan publik.
TIM RMO














