RADJA MEDIA | PADANG — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana diwujudkan Laskar Gerindra Kabupaten Solok melalui aksi gotong royong di Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Kehadiran para relawan menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam membantu pemulihan lingkungan dan rumah warga setelah dilanda banjir.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, Minggu (18/10/2026) pukul 10.11 WIB, anggota Laskar Gerindra terlihat bekerja di sekitar rumah yang terdampak. Lumpur masih menutupi bagian akses masuk bangunan, sementara sejumlah anggota turut mengambil bagian dalam pekerjaan pembersihan.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan Adek Kelana selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Laskar Gerindra Kabupaten Solok.
Aksi ini memperlihatkan bahwa penanganan dampak bencana tidak berhenti ketika air mulai surut. Warga masih harus menghadapi pekerjaan membersihkan lumpur, menata kembali rumah, dan memulihkan lingkungan agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, keterlibatan relawan menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Adek Kelana: Laskar Gerindra Harus Hadir Melalui Tindakan Nyata
Koordinator Lapangan Laskar Gerindra Kabupaten Solok, Adek Kelana, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, semangat gotong royong perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
“Bagi kami, kehadiran Laskar Gerindra di tengah masyarakat yang terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial. Ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, sudah sepatutnya kita ikut membantu sesuai kemampuan yang kita miliki.
Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mengambil bagian dalam meringankan beban masyarakat, terutama dalam membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir. Kami menyadari bahwa setelah air surut, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan warga untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Laskar Gerindra tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata di tengah masyarakat. Bagi kami, semangat gotong royong, solidaritas, dan kemanusiaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk bergandengan tangan dalam proses pemulihan pascabencana. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling membantu tanpa membedakan latar belakang maupun asal daerah.
Semoga masyarakat yang terdampak banjir diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kami juga berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga, karena menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita semua.”
Solidaritas Melampaui Batas Wilayah
Kehadiran Laskar Gerindra Kabupaten Solok di Koto Panjang Ikua Koto membawa pesan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Ketika masyarakat menghadapi musibah, dukungan dari berbagai daerah dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemulihan.
Gotong royong juga menjadi sarana untuk mempertemukan kepedulian dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pembersihan lumpur, penataan lingkungan, dan bantuan tenaga merupakan bentuk partisipasi yang dapat membantu warga melewati masa sulit setelah banjir.
Dalam konteks ini, peran organisasi kemasyarakatan tidak hanya terlihat dari aktivitas internal, tetapi juga dari keterlibatannya dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Partisipasi tersebut perlu berjalan beriringan dengan penanganan pemerintah dan petugas terkait agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga serta kondisi di lokasi terdampak.
Pemulihan Pascabanjir Membutuhkan Kerja Bersama
Banjir dapat meninggalkan persoalan yang berlanjut meskipun air telah surut. Rumah yang dipenuhi lumpur, lingkungan yang kotor, dan terganggunya aktivitas masyarakat membutuhkan penanganan secara bertahap.
Karena itu, pemulihan pascabencana memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petugas penanggulangan bencana, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat sendiri.
Aksi Laskar Gerindra Kabupaten Solok di Kota Padang menjadi bagian dari partisipasi tersebut. Semangat gotong royong diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong lebih banyak pihak mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Pada akhirnya, pemulihan bukan hanya tentang mengembalikan kondisi fisik rumah dan lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh dukungan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Dari Kabupaten Solok ke Kota Padang, pesan yang dibawa melalui aksi gotong royong ini adalah bahwa kepedulian terhadap sesama harus hadir dalam tindakan. Sebab, ketika bencana datang, solidaritas dan kerja bersama menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat bangkit kembali. UMS














