RADJA MEDIA, SOLOK — Semangat saling membantu kembali ditunjukkan masyarakat Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Sebanyak enam perempuan yang tergabung dalam Gemoy My Team, diinisiasi dan dikoordinatori Gustia, kembali mengantarkan bantuan kemanusiaan berupa sembako untuk korban bencana di Arosuka.
Bantuan tersebut merupakan pengiriman untuk kedua kalinya yang dilakukan Gemoy My Team sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok.
Bantuan diserahkan di Posko Utama Tanggap Darurat Arosuka dan diterima langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu.
Ungkapan yang menjadi semangat aksi tersebut, “Dek lah maraso mangko Taraso”, menggambarkan kepedulian yang tumbuh dari pengalaman. Mereka yang pernah merasakan dampak bencana memahami bahwa bantuan sekecil apa pun dapat berarti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Sebelumnya, bencana hidrometeorologi juga melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah di Sumatera Barat yang turut menghadapi dampak bencana tersebut.
Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, merupakan salah satu wilayah yang sebelumnya juga terdampak bencana. Pengalaman itu kemudian mendorong Gemoy My Team untuk ikut menggalang dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Arosuka.
Gustia bersama lima perempuan lainnya memilih untuk tidak berhenti pada bantuan pertama. Mereka kembali mengumpulkan sembako dan mengantarkannya langsung ke posko utama.
“Dek lah Maraso mangko Taraso,” menjadi pesan sederhana yang mendasari gerakan tersebut: kepedulian lahir ketika seseorang pernah merasakan bagaimana beratnya menghadapi bencana.
Aksi Gemoy My Team sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas terhadap korban bencana tidak hanya datang dari lembaga pemerintah maupun organisasi besar. Dari kelompok kecil masyarakat pun, kepedulian dapat digerakkan dan diwujudkan dalam bentuk nyata.
Bagi para perempuan Nagari Muaro Pingai itu, bantuan yang diserahkan mungkin tidak seberapa dibandingkan kebutuhan para korban. Namun, mereka meyakini bahwa kepedulian yang diberikan bersama-sama dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat untuk bangkit setelah bencana. UMS














