LAPAS PEREMPUAN IIB PADANG | Keamanan di balik tembok Lapas Perempuan Kelas IIB Padang terus dijaga bukan hanya melalui pengawasan petugas, tetapi juga dengan membangun kesadaran warga binaan untuk mematuhi aturan. Komitmen itu ditegaskan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, A.Ks., S.Sos., M.Si., saat memberikan pengarahan kepada warga binaan, Senin (5/10/2026).
Dalam pengarahan tersebut, Susi bersama jajaran pejabat struktural pengamanan kembali mengingatkan pentingnya tata tertib selama warga binaan menjalani proses pembinaan. Setiap aturan yang berlaku harus dipahami dan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib dan kondusif.
Perhatian khusus diberikan terhadap larangan memiliki, menyimpan maupun menggunakan barang-barang yang dapat memicu atau mengganggu keamanan dan ketertiban. Warga binaan diminta tidak menganggap remeh ketentuan tersebut karena stabilitas keamanan di dalam lapas merupakan tanggung jawab bersama.
Susi Andriany Pohan menekankan bahwa tata tertib bukan sekadar rangkaian larangan. Di balik aturan tersebut terdapat tujuan penting untuk melindungi seluruh warga binaan, petugas serta keberlangsungan program pembinaan agar dapat berjalan tanpa gangguan.
Jajaran pengamanan juga mengingatkan warga binaan untuk menjaga sikap, perilaku dan hubungan dengan sesama. Lingkungan hunian yang kondusif hanya dapat tercipta apabila setiap orang memiliki kesadaran untuk menghormati aturan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengamanan dan pembinaan di Lapas Perempuan Padang berjalan beriringan. Ketegasan terhadap aturan diperlukan untuk menjaga ketertiban, sementara komunikasi dan pengarahan dilakukan agar warga binaan memahami alasan serta tujuan dari setiap ketentuan yang diterapkan.
Selain mematuhi tata tertib, warga binaan juga didorong mengikuti seluruh program pembinaan yang telah ditetapkan. Masa menjalani pidana diharapkan tidak hanya dilalui sebagai kewajiban hukum, tetapi dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki perilaku, membangun keterampilan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
Bagi Susi Andriany Pohan, keberhasilan menjaga keamanan tidak semata-mata diukur dari minimnya pelanggaran, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran warga binaan untuk menjaga ketertiban secara mandiri. Karena itu, komunikasi langsung menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya disiplin di lingkungan lapas.
Pengarahan yang dilaksanakan pada Senin tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan pemahaman yang semakin baik, warga binaan diharapkan mampu menjalankan kewajiban, menghormati aturan serta ikut menjaga suasana Lapas Perempuan Padang tetap aman dan nyaman.
Melalui konsistensi pengawasan, sosialisasi dan pembinaan, Kalapas Perempuan Kelas IIB Padang Susi Andriany Pohan menegaskan komitmen jajarannya untuk membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif. Pada akhirnya, ketertiban bukan hanya tentang mematuhi aturan hari ini, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk warga binaan yang lebih disiplin dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Katim RMO Group | Wyndoee














