Berita  

Dari Dapur Umum hingga Pemulihan, Dompet Dhuafa Dampingi Warga Terdampak Galodo Solok

SOLOK, RADJAMEDIA.ID — Pendampingan terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok terus dilakukan sejumlah lembaga kemanusiaan. Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat menjadi salah satu organisasi yang sejak awal bencana terlibat dalam pemenuhan kebutuhan warga, mulai dari penyediaan makanan hingga dukungan peralatan untuk pembersihan material.

Bantuan tahap kedua Dompet Dhuafa Singgalang secara simbolis diterima Bupati dan Wakil Bupati Solok di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana yang berada di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Solok.

Ketua Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat, Nofil Oksan Putra, mengatakan keterlibatan lembaganya dalam penanganan bencana telah dimulai sejak hari pertama galodo terjadi.

Menurut dia, selama masa tanggap darurat Dompet Dhuafa Singgalang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat melalui posko bersama yang didirikan di kawasan permukiman terdampak.

Posko tersebut dikelola bersama Relawan Indonesia (RELINDO) di bawah kepemimpinan Ali Amran dan Yayasan Pendidikan Sarbainah yang diketuai Masriwal Malin Bagindo, S.AP.

Salah satu kegiatan utama posko adalah pengoperasian dapur umum. Setiap hari, relawan rata-rata menyiapkan sekitar 500 bungkus makanan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Sejak hari pertama galodo, kami sudah berada di lapangan. Posko bersama ini fokus membantu kebutuhan masyarakat, terutama melalui dapur umum yang rata-rata menyiapkan sekitar 500 bungkus makanan per hari,” kata Nofil.

Keberadaan posko di kawasan perumahan terdampak menjadi bagian dari strategi pelayanan agar bantuan dapat lebih dekat dengan masyarakat. Aktivitas dapur umum dan pelayanan kemanusiaan lainnya direncanakan berlangsung hingga masa tanggap darurat berakhir.

Selain dapur umum, Dompet Dhuafa Singgalang juga memberikan layanan pengobatan bekam kepada warga selama masa tanggap darurat.

Sementara bantuan tahap kedua yang diserahkan kali ini diarahkan untuk mendukung proses pembersihan material di sejumlah titik yang terdampak galodo. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu percepatan penanganan lingkungan dan fasilitas yang masih terdampak material bencana.

Nofil mengatakan Dompet Dhuafa Singgalang juga telah menyiapkan rencana bantuan tahap berikutnya. Setelah masa tanggap darurat selesai, fokus akan mulai diarahkan pada pemulihan kehidupan masyarakat.

Tahap ketiga direncanakan mencakup program pemulihan ekonomi warga. Namun, program tersebut tidak langsung diberikan sebelum dilakukan pemetaan kebutuhan.

“Kita akan melakukan survei, pendataan dan assessment terlebih dahulu. Dari sana baru ditentukan bentuk program pemulihan ekonomi yang sesuai dengan kondisi masyarakat terdampak,” ujar Nofil.

Selain sektor ekonomi, perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak bencana. Dompet Dhuafa Singgalang merencanakan bantuan berupa peralatan sekolah untuk membantu mereka kembali menjalankan aktivitas pendidikan.

Dengan pola penanganan yang dilakukan secara bertahap, Dompet Dhuafa Singgalang menempatkan masa tanggap darurat sebagai tahap awal pendampingan, sementara pemulihan ekonomi dan kebutuhan pendidikan akan menjadi perhatian pada fase berikutnya.

Posko bersama Dompet Dhuafa Singgalang, RELINDO dan Yayasan Pendidikan Sarbainah dijadwalkan tetap memberikan pelayanan hingga masa tanggap darurat bencana Kabupaten Solok berakhir. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *