Berita  

Bantuan IAD Kejati Sumbar Menyasar Warga Terdampak Galodo, Wabup H. Candra Terima 1 Ton Beras

AROSUKA, RADJA MEDIA — Pemerintah Kabupaten Solok menerima dukungan kemanusiaan dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Sumatera Barat bagi warga yang terdampak bencana galodo. Bantuan tersebut diserahkan dalam kunjungan jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat ke Arosuka, Senin (28/9/2026).

Rombongan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat bersama Ketua IAD Daerah Sumbar dan jajaran tiba di Posko Kejaksaan RI Peduli Bencana di Arosuka sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangan mereka diterima langsung Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok.

Dalam kegiatan tersebut, IAD Daerah Sumbar membawa bantuan berupa 1 ton beras untuk masyarakat yang terdampak galodo. Bantuan diangkut menggunakan mobil boks dan diserahkan secara simbolis di posko.

Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat tercatat dalam agenda sebagai penerima bantuan, antara lain Pj Wali Nagari Batang Barus, Kepala Jorong Kayu Aro, pengurus DKM Masjid Jami’ Ikhlas Arrahman Arosuka serta perwakilan masyarakat terdampak.

Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan penghargaan atas kepedulian jajaran Kejati Sumbar dan IAD terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat bersama IAD yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo.”

Menurut H. Candra, bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan penting bagi warga selama pemerintah masih menjalankan penanganan dalam masa darurat.

“Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat, khususnya dalam masa tanggap darurat seperti saat ini.”

Ia juga berharap kepedulian terhadap korban bencana terus diperkuat melalui kerja bersama berbagai pihak.

“Kami berharap kepedulian dan dukungan seperti ini terus menjadi bagian dari semangat bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak.”

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penyerahan bantuan di posko. Setelah prosesi simbolis dan foto bersama, rombongan dijadwalkan mengunjungi langsung sejumlah rumah warga yang terdampak.

Dalam agenda tersebut tercantum nama Afrika Yulia, Yeni Fitri, Riko Vernandes, Rio, Reni Ameliza dan Tika Alfionita sebagai warga yang akan dikunjungi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan untuk melihat kondisi warga secara langsung sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kunjungan Kejati Sumbar dan IAD berlangsung pada saat Kabupaten Solok masih menjalani masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

Galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026. Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026.

Artinya, 28 September merupakan hari ketujuh masa tanggap darurat. Jika penghitungan dilakukan sejak bencana terjadi pada 21 September, maka tanggal tersebut merupakan hari kedelapan sejak kejadian.

Penanganan di lapangan masih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pembersihan material bencana, pemulihan akses, pendataan kerusakan serta penanganan masyarakat terdampak.

Bantuan dari berbagai pihak menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah daerah selama fase darurat berlangsung. Kolaborasi antarlembaga juga diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terlayani.

Kehadiran IAD Kejati Sumbar dengan membawa bantuan kebutuhan pokok sekaligus melakukan kunjungan langsung ke rumah warga memperluas jangkauan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Solok yang masih menghadapi dampak galodo. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *