RADJA MEDIA, SOLOK — Jajaran Polres Solok terus berada di lapangan dalam penanganan bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, sejak Senin malam, 21 September 2026
Selama lima hari berturut-turut, kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas dan unsur terkait lainnya bergerak menangani dampak bencana, mulai dari respons darurat, evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi, pembukaan akses, pelayanan masyarakat hingga mendukung rangkaian kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026).
Pada hari pertama, Senin (21/9), galodo menerjang kawasan Arosuka setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Arus membawa material lumpur, batu, pasir dan kayu hingga memasuki kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta mengganggu akses transportasi Solok-Padang.
Jajaran kepolisian langsung bergerak melakukan evakuasi, pengamanan lokasi dan membantu pencarian warga terdampak. Respons awal tersebut dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, dengan melibatkan personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta dan Satbrimob Polda Sumbar serta berkoordinasi dengan BPBD dan Kodim 0309 Solok.
Memasuki Selasa (22/9), penanganan diperkuat dengan turun langsungnya Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy ke lokasi bencana di kompleks perkantoran Pemkab Solok. Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi jajaran Polda Sumbar dan Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini.
Pada hari yang sama, kepolisian membuka Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka untuk mendukung proses identifikasi warga yang dilaporkan hilang. Pengaturan lalu lintas juga diperkuat menyusul terganggunya sejumlah akses akibat material galodo.
Memasuki Rabu (23/9), fokus penanganan diperluas pada percepatan pembersihan material dan pemulihan akses. Ratusan personel gabungan Polri dikerahkan untuk membersihkan kawasan terdampak bersama unsur pemerintah dan masyarakat.
Pengamanan jalur transportasi juga menjadi perhatian. Polisi memastikan akses bagi kendaraan evakuasi, distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan di tengah kondisi pascabencana.
Pada Kamis (24/9), penanganan berlanjut. Personel kepolisian membantu membersihkan rumah warga terdampak, mengamankan kawasan bencana serta mendukung pencarian warga yang masih dilaporkan hilang.
Kemampuan SAR, termasuk dukungan personel dan K9 dari Polda Sumbar, turut dimanfaatkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang membutuhkan pencarian lebih lanjut.
Memasuki hari kelima, Jumat (25/9), penanganan bencana beriringan dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Solok.
Wapres datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memantau perkembangan penanganan pascabencana. Sejumlah lokasi dikunjungi, termasuk posko pengungsian di Balai Pemuda Kayu Aro dan titik-titik terdampak lainnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Polres Solok sebagai bagian dari unsur Forkopimda Kabupaten Solok turut hadir dalam penyambutan dan mendukung pengamanan kegiatan Wapres di lokasi terdampak.
Kehadiran jajaran Polres Solok menjadi bagian dari koordinasi Forkopimda bersama pemerintah daerah, TNI, BNPB/BPBD dan unsur terkait lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman, tertib dan lancar.
Di sisi lain, jajaran kepolisian tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat terdampak. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung proses evakuasi, pencarian, pembersihan material serta pemulihan aktivitas warga.
Rangkaian lima hari tersebut memperlihatkan kesinambungan penanganan, mulai dari respons ketika galodo terjadi pada 21 September, penguatan pencarian dan evakuasi pada hari berikutnya, pembersihan serta pemulihan akses, hingga dukungan terhadap agenda pemerintah pusat pada 25 September.
Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini bersama jajaran juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam memastikan pelayanan dan keamanan masyarakat tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Bagi kepolisian, penanganan bencana tidak berhenti ketika kondisi darurat mulai terkendali. Pengamanan wilayah, pelayanan masyarakat, dukungan terhadap pencarian korban dan pemulihan aktivitas warga tetap menjadi bagian dari tugas selama proses pascabencana berlangsung.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, penanganan galodo di Kabupaten Solok terus diarahkan untuk mempercepat pemulihan sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan perlindungan selama masa pemulihan. UMS














