Berita  

Lapas Perempuan Padang di Bawah Kepemimpinan Susi Andriany Pohan Ajukan Fasilitas Ayam Petelur untuk Penguatan Keterampilan WBP

LAPAS PEREMPUAN II B PADANG | Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, bersama Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) dan jajaran melaksanakan kunjungan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Senin (14/9). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan keterampilan produktif.

Dalam kunjungan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Susi Andriany Pohan menyampaikan pengajuan bantuan fasilitas ayam petelur untuk mendukung program kegiatan kerja di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Program tersebut diarahkan agar pembinaan WBP tidak hanya bersifat keterampilan, tetapi juga mampu berkembang menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.

Susi Andriany Pohan menjelaskan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur merupakan salah satu langkah Lapas Perempuan Padang dalam memberikan pengalaman praktik kepada WBP. Melalui kegiatan tersebut, WBP dapat belajar secara langsung mengenai proses pemeliharaan ayam, perawatan kandang, pemberian pakan hingga pengelolaan produksi telur.

Program yang diajukan Susi Andriany Pohan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat juga dirancang untuk memperkenalkan aspek kewirausahaan kepada WBP. Selain kemampuan teknis peternakan, WBP diharapkan memahami pengelolaan usaha, pencatatan produksi, perhitungan hasil, hingga pemasaran produk yang dihasilkan.

Menurut Susi Andriany Pohan, keterampilan tersebut penting sebagai bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Dengan memiliki keahlian yang dapat dikembangkan menjadi usaha, WBP diharapkan mempunyai peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan masing-masing.

Pengajuan fasilitas ayam petelur oleh Susi Andriany Pohan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat juga memiliki dimensi pemberdayaan pangan. Produksi telur dari kegiatan peternakan nantinya berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan pangan berbasis protein hewani sekaligus menjadi bagian dari pengembangan usaha produktif di lingkungan Lapas Perempuan Padang.

Susi Andriany Pohan menegaskan bahwa kegiatan kerja merupakan bagian penting dalam pembinaan WBP di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Pembinaan kemandirian diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, rasa tanggung jawab, serta kesiapan WBP menghadapi proses reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami berharap melalui dukungan fasilitas ayam petelur ini, WBP dapat memperoleh keterampilan wirausaha peternakan yang bermanfaat, sehingga mampu menjadi individu yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Susi Andriany Pohan usai kegiatan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat.

Kunjungan Susi Andriany Pohan bersama jajaran Lapas Perempuan Padang ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat program pembinaan pemasyarakatan. Dukungan dan sinergi dengan instansi terkait diharapkan mampu membuka ruang pengembangan keterampilan WBP yang lebih luas dan tepat sasaran.

Melalui pengajuan fasilitas ayam petelur tersebut, Susi Andriany Pohan bersama jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Padang berkomitmen terus mendorong inovasi pembinaan kemandirian. Program peternakan ayam petelur diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bekal nyata bagi WBP untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Katim RMO Group | Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *