RADJA MEDIA, SOLOK — Wakil Bupati Solok, H.A Candra, S.H.I., dijadwalkan menerima peserta Muslim Green Leadership II 2026 yang digelar Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI).
Pertemuan tersebut akan berlangsung Sabtu pukul 10.00 WIB hingga selesai di kediaman Wakil Bupati Solok.
Muslim Green Leadership II 2026 menjadi wadah bagi generasi muda Muslim untuk memperluas wawasan kepemimpinan sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini membawa gagasan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga menyangkut integritas, tanggung jawab sosial dan keberanian mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam agenda tersebut, peserta akan berdialog mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pembangunan daerah, antara lain pelestarian lingkungan, ketahanan pangan serta peran generasi muda dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Kabupaten Solok memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan pariwisata. Potensi tersebut menjadi modal penting pembangunan, namun sekaligus membutuhkan tata kelola yang memperhatikan daya dukung lingkungan.
Di sinilah konsep green leadership menjadi relevan. Pemimpin dituntut tidak hanya mengejar capaian pembangunan dalam jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap lingkungan dan generasi yang akan datang.
Generasi muda memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat berperan sebagai mitra pemerintah, pengawal kebijakan sekaligus sumber gagasan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Pertemuan peserta Muslim Green Leadership dengan H. Candra diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan generasi muda.
Dialog tersebut juga dapat menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, memperkuat ketahanan pangan dan mendorong model pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Bagi generasi muda, forum ini menjadi kesempatan memahami secara langsung tantangan pemerintahan daerah. Sementara bagi pemerintah, dialog semacam ini dapat menjadi ruang untuk mendengar perspektif anak muda mengenai masa depan pembangunan Kabupaten Solok.
Muslim Green Leadership II 2026 tidak sekadar berbicara tentang kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana melahirkan generasi yang mampu memimpin dengan integritas sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan masyarakat. UMR














