SOLOK | RADJA MEDIA ONLINE – Percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana di Kabupaten Solok mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian (Kementan) RI menambah alokasi bantuan irigasi secara signifikan, dari sebelumnya 13 unit menjadi 74 unit.
Tambahan dukungan tersebut mengemuka saat Direktur Irigasi Kementan RI, Dr. Liferdi Lukman, melakukan peninjauan langsung ke kawasan pertanian Nagari Selayo, Kecamatan Kubung. Kunjungan itu menjadi bagian dari evaluasi perkembangan pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Kabupaten Solok.
Berdasarkan perkembangan penanganan di lapangan, sekitar 80 persen lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang telah berhasil dipulihkan. Sejumlah kawasan bahkan sudah kembali berproduksi dan memasuki musim tanam ketiga.
Kecepatan pemulihan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Kementan memperbesar dukungan terhadap Kabupaten Solok. Alokasi yang sebelumnya hanya 13 unit kemudian meningkat menjadi 74 unit irigasi untuk memperkuat keberlanjutan produksi pertanian.
Meski peninjauan dilakukan di Nagari Selayo, tambahan bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Kecamatan Kubung. Penetapan lokasi akan disesuaikan dengan kondisi jaringan irigasi, kebutuhan kelompok tani serta tingkat kerusakan lahan di sejumlah kawasan terdampak.
Pemulihan sektor pertanian Kabupaten Solok juga masih menyisakan pekerjaan. Sekitar 64 hektare lahan dengan kategori kerusakan berat masih membutuhkan penanganan lanjutan agar dapat kembali produktif.
Untuk memastikan intervensi pembangunan tepat sasaran, pemerintah daerah dan kelompok tani didorong mengoptimalkan pengusulan kebutuhan melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI). Pendataan tersebut menjadi instrumen penting dalam memetakan kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.
Dalam pelaksanaannya, bantuan diarahkan melalui mekanisme penyaluran kepada kelompok tani sesuai ketentuan program Kementan. Pola tersebut diharapkan mempercepat pengerjaan di lapangan sekaligus memperkuat transparansi dan keterlibatan kelompok tani sebagai penerima manfaat.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan program tersebut bersama perangkat daerah, pemerintah nagari hingga kelompok tani.
Pengawalan menjadi penting karena peningkatan alokasi dari 13 menjadi 74 unit bukan sekadar tambahan pembangunan infrastruktur pertanian, tetapi juga membawa tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk memastikan bantuan pemerintah pusat tepat lokasi, tepat pelaksanaan dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Pemkab Solok selanjutnya akan terus memperbarui data kondisi lahan serta jaringan irigasi di wilayah terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar penentuan lokasi prioritas benar-benar mengacu pada kebutuhan lapangan, termasuk penanganan terhadap lahan yang masih mengalami kerusakan berat.
Tambahan 74 unit irigasi menjadi modal penting bagi Kabupaten Solok dalam menjaga keberlanjutan musim tanam setelah bencana. Dengan sebagian besar lahan terdampak mulai kembali produktif, perbaikan jaringan pengairan diharapkan menjaga pasokan air, meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Solok dalam mendukung agenda ketahanan dan swasembada pangan nasional. UMS














