Berita  

NAHAS! PONDOK PENUH, PETANI DI PASAMAN BARAT TEWAS DISAMBAR PETIR SAAT HENDAK BERTEDUH DI BAWAH POHON AREN

PASAMAN BARAT – Niat mencari perlindungan dari hujan justru berujung maut. Seorang petani berusia sekitar 60 tahun bernama Heirmanli tewas seketika setelah tersambar petir saat hendak berteduh di bawah pohon aren di kawasan persawahan Jorong Mulyorejo Barat, Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban yang diketahui menjabat sebagai Ketua RT di Dusun Pasar tersebut mengalami peristiwa nahas ketika sedang berada di sawah bersama sejumlah orang lainnya. Saat itu, kondisi cuaca mulai memburuk. Gerimis turun dan sambaran petir terdengar serta terlihat dengan intensitas cukup sering di sekitar lokasi.

Kepala Seksi Pemerintahan Nagari Desa Baru, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa ketika hujan mulai turun, orang-orang yang berada di persawahan berupaya mencari tempat perlindungan. Sebagian di antaranya memilih berteduh di sebuah pondok yang berada tidak jauh dari lokasi.

Namun, situasi menjadi sulit ketika pondok tersebut ternyata sudah dipenuhi orang. Korban kemudian berinisiatif mencari tempat berteduh lain agar terhindar dari guyuran hujan.

Pohon aren yang berada di sekitar persawahan menjadi tujuan korban. Ia berusaha menuju pohon tersebut untuk berlindung. Namun, sebelum berhasil mencapai tempat yang dituju, sambaran petir lebih dahulu menyambar tubuhnya.

“Korban langsung meninggal dunia setelah disambar petir,” ungkap Ikhsanudin.

Ikhsanudin menambahkan, saat kejadian terdapat lebih dari empat orang lainnya yang berada di kawasan persawahan bersama korban. Mereka menyaksikan kondisi cuaca yang semakin tidak bersahabat, dengan sambaran petir yang cukup sering ketika gerimis mulai turun.

Peristiwa tersebut menjadi tragedi yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Nagari Desa Baru. Korban yang semula hanya berupaya mencari tempat berteduh agar terhindar dari hujan, justru kehilangan nyawa akibat sambaran petir.

Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya para petani yang sehari-hari beraktivitas di area persawahan terbuka. Ketika hujan disertai petir mulai terjadi, aktivitas di sawah maupun ladang sebaiknya segera dihentikan.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak menjadikan pohon sebagai tempat berlindung ketika terjadi petir. Segera cari bangunan tertutup yang aman, jauhi area terbuka, serta hindari berada di dekat pohon tinggi, tiang, maupun benda-benda yang berpotensi menjadi jalur sambaran petir.

Tragedi di Ranah Batahan ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca tidak boleh dianggap sepele. Keselamatan harus menjadi prioritas, sebab dalam kondisi cuaca ekstrem, keputusan sederhana untuk mencari tempat berteduh pun dapat membawa risiko yang sangat fatal.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *