KABUPATEN SOLOK, RADJA MEDIA — Penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi salah satu prioritas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok. Selain mematangkan kajian teknis dokumen Pengurangan Risiko Bencana (PRB), BPBD juga merencanakan apel siaga yang dilanjutkan dengan gladi posko dan simulasi kebencanaan pada 18 November 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos., dalam wawancara langsung bersama Radja Media di ruang kerjanya, Kantor BPBD Kabupaten Solok, Koto Baru.
Dalam wawancara tersebut, Khairul menjelaskan bahwa dokumen PRB perlu dikaji secara teknis dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, potensi ancaman, serta kerentanan masyarakat terhadap bencana.
“Pengurangan risiko bencana merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Dokumen tersebut perlu menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi, dengan mempertimbangkan potensi ancaman, kondisi wilayah, serta kerentanan masyarakat,” ujar Khairul.
Ia mengatakan, proses kajian akan diperkuat melalui pelibatan pakar dan perguruan tinggi. Selain kajian akademik, uji publik juga menjadi bagian penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak agar dokumen yang disusun sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kajian teknis perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan data dan kondisi lapangan. Pelibatan akademisi dan pakar dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kajian,” katanya.
Menurut Khairul, pengurangan risiko bencana tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen perencanaan. Hasil kajian harus dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi serta meningkatkan kesiapan pemerintah dan masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah nagari, juga penting agar perencanaan pengurangan risiko bencana sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Apel Siaga Dilanjutkan Gladi Posko dan Simulasi
Selain kajian teknis dokumen PRB, BPBD Kabupaten Solok merencanakan apel siaga kebencanaan pada 18 November 2026. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan gladi posko dan simulasi yang melibatkan unsur-unsur terkait dalam penanggulangan bencana serta relawan.
Khairul menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap unsur memahami tugas serta tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi darurat.
“Apel siaga direncanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini perlu melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Melalui gladi posko dan simulasi, kesiapan koordinasi, komunikasi, pembagian tugas, serta respons antarpihak diharapkan dapat diuji. Evaluasi pelaksanaan juga diperlukan untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Keberhasilan perlu dilihat dari kesiapan setiap unsur menjalankan tugasnya, kelancaran koordinasi, serta kemampuan mengidentifikasi kekurangan yang harus diperbaiki,” kata Khairul.
Pengalaman Bencana Menjadi Bahan Evaluasi
Kabupaten Solok memiliki karakteristik wilayah dengan potensi ancaman bencana yang perlu diantisipasi melalui perencanaan dan kesiapsiagaan yang terukur. Pengalaman bencana galodo di kawasan Arosuka pada September 2026 menjadi pengingat pentingnya memperkuat upaya mitigasi dan kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Karena itu, kajian PRB dan latihan kesiapsiagaan memiliki peran yang saling melengkapi. Kajian menjadi landasan dalam merumuskan langkah pengurangan risiko, sedangkan apel siaga, gladi posko, dan simulasi menjadi sarana menguji kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Bagi BPBD, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor, meningkatkan kesiapan personel, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana.
Rencana apel siaga pada 18 November 2026 menjadi salah satu agenda yang disiapkan BPBD Kabupaten Solok untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah. Pelaksanaannya diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi dan peningkatan koordinasi seluruh unsur penanggulangan bencana. UMS














