RADJA MEDIA, AROSUKA, SOLOK — Dukungan unsur TNI dalam penanganan bencana galodo Arosuka, Kabupaten Solok, terus berlanjut memasuki hari ke-14 masa tanggap darurat. Kodaeral II Padang memastikan personelnya tetap berada dalam Satgas Gulbencal untuk membantu percepatan pembersihan wilayah terdampak.
Kodaeral II Padang diketahui telah bergabung dalam operasi penanganan bencana sejak hari kedua masa tanggap darurat. Personel dikerahkan untuk berbagai pekerjaan lapangan, mulai dari pembersihan fasilitas pemerintahan hingga pemotongan dan evakuasi batang pohon yang terbawa material galodo.
Dansatgas Gulbencal Arosuka, Letkol Mar Afrison, mengatakan Kodaeral II Padang akan mengikuti kebutuhan operasi hingga masa tanggap darurat selesai.
“Kami tetap berpartisipasi sampai tanggap darurat berakhir,” ujar Afrison.
Ia menegaskan dukungan Kodaeral II Padang tidak berhenti pada penanganan darurat. Kesiapan untuk membantu juga mencakup tahap pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Kodaeral II selalu siap berpartisipasi dalam penanganan bencana, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan,” katanya.
Pada Minggu (4/10/2026), rangkaian kegiatan dimulai dengan apel gabungan Satgas Gulbencal Arosuka di halaman Kantor Bupati Solok sekitar pukul 07.30 WIB.
Personel kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Solok. Sekitar pukul 08.00 WIB, personel Kodaeral II Padang bersama Yon TP 951 PM melakukan pembersihan sejumlah ruangan gedung DPRD yang terdampak material bencana.
Sementara itu, tim operasional chainsaw menangani batang-batang pohon berukuran besar yang masih berada di kawasan kantor. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk mengurangi material yang menghambat proses pembersihan dan pemulihan fasilitas pemerintahan.
Setelah jeda istirahat, pekerjaan kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.30 WIB. Tim chainsaw kembali menangani material kayu, sedangkan Tim 1 meneruskan pembersihan gedung hingga sekitar pukul 16.00 WIB.
Penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah material sisa bencana, termasuk kayu, batu, tanah dan lumpur. Penggunaan alat berat turut dilakukan untuk mempercepat pemindahan material dalam jumlah besar.
Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat selama tujuh hari, Satgas Gulbencal memiliki tambahan waktu untuk menyelesaikan pembersihan sejumlah fasilitas publik dan pemerintahan yang terdampak.
Kodaeral II Padang menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Satgas lainnya selama dukungan personel masih dibutuhkan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan Kodaeral II Padang dalam membantu penanganan dampak galodo Arosuka, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga ketika memasuki tahapan pemulihan. UMS














