Berita  

Galodo Belum Usai, Semangat Kabupaten Solok di Porprov 2026 Tetap Menyala

RADJA MEDIA, SOLOK — Bencana galodo yang melanda Kabupaten Solok, khususnya kawasan Arosuka, tidak menghentikan seluruh aktivitas pemerintahan dan agenda masyarakat. Di tengah proses penanganan serta pemulihan pascabencana, Kabupaten Solok tetap mengambil bagian dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari agenda yang telah disiapkan jauh sebelum bencana terjadi. Sejumlah atlet Kabupaten Solok tetap diberangkatkan untuk mengikuti pertandingan pada cabang olahraga yang telah dipersiapkan melalui proses pembinaan dan seleksi sebelumnya.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, pelaksanaan Porprov harus dilihat sebagai agenda yang telah direncanakan sebelum Kabupaten Solok menghadapi musibah.

Menurutnya, kondisi bencana memang menuntut perhatian besar pemerintah daerah. Namun, hal tersebut tidak berarti seluruh kegiatan pemerintahan, pelayanan publik dan agenda masyarakat harus dihentikan.

“Persiapan Porprov ini sudah dilakukan jauh sebelum musibah terjadi,” ujar Jon Firman Pandu.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tetap berkonsentrasi pada penanganan masyarakat terdampak serta pemulihan berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan akibat galodo.

Pada waktu bersamaan, sejumlah agenda pemerintahan tetap berjalan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi daerah.

Bagi Kabupaten Solok, keikutsertaan dalam Porprov juga berkaitan dengan keberlanjutan pembinaan olahraga. Para atlet yang telah menjalani persiapan sebelumnya tetap diberi kesempatan untuk bertanding dan mengharumkan nama daerah.

Keputusan mempertahankan keikutsertaan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi perhatian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Penanganan galodo tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah bersama berbagai unsur yang terlibat.

Sejak bencana melanda, pemerintah Kabupaten Solok bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terus melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.

Pekerjaan tersebut meliputi pembersihan material bencana, pemulihan akses, penanganan infrastruktur, pelayanan kepada warga terdampak serta koordinasi bantuan dan pemulihan.

Di tengah kondisi itu, aktivitas pemerintahan tetap diupayakan berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti hanya karena pemerintah sedang menghadapi situasi darurat.

 

Hal serupa juga berlaku pada agenda pembinaan generasi muda melalui olahraga. Atlet yang telah dipersiapkan sebelum bencana tetap diberikan ruang untuk menjalankan tanggung jawabnya di arena Porprov.

Bagi para atlet, keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa nama Kabupaten Solok dalam kompetisi tingkat Sumatera Barat.

Sementara di daerah, pekerjaan besar masih menanti. Pemulihan kawasan terdampak galodo membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Bupati Solok sebelumnya juga menegaskan bahwa Kabupaten Solok tidak sendirian dalam menghadapi bencana. Dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI-Polri serta berbagai elemen masyarakat terus mengalir selama proses tanggap darurat dan pemulihan.

Situasi tersebut memperlihatkan dua sisi kehidupan Kabupaten Solok yang berlangsung secara bersamaan: penanganan bencana yang membutuhkan konsentrasi penuh dan keberlanjutan agenda pemerintahan serta pembinaan masyarakat.

Di tengah suasana tersebut, para atlet Kabupaten Solok tetap melangkah ke arena pertandingan. Mereka membawa bukan hanya nama cabang olahraga masing-masing, tetapi juga nama daerah yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Porprov 2026 akhirnya menjadi salah satu bagian dari perjalanan Kabupaten Solok melewati masa sulit—ketika proses pemulihan terus berlangsung, sementara aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat tetap harus berjalan. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *