Berita  

Dari Batang Baliang hingga Posko Pengungsi, Gibran Pastikan Pemulihan Galodo Arosuka Tak Berhenti di Tanggap Darurat

AROSUKA, RADJA MEDIA — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke kawasan terdampak banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan penanganan korban sekaligus percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.

Gibran tiba di kawasan Arosuka sekitar pukul 10.15 WIB dan langsung meninjau sejumlah titik terdampak. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Wapres didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy serta Bupati Solok Jon Firman Pandu. Dokumentasi ANTARA memperlihatkan keempat pejabat tersebut berada bersama Gibran ketika meninjau fasilitas dan infrastruktur yang terdampak galodo.

Salah satu perhatian utama Wapres adalah kondisi akses jalan dan jembatan yang terdampak material banjir bandang. Gibran meminta pemerintah mempercepat pemulihan jalur utama yang digunakan masyarakat, termasuk memastikan aspek keselamatan sebelum akses kembali dibuka sepenuhnya.

“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan,” kata Gibran sebagaimana dikutip ANTARA dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden.

Dari kawasan terdampak, perhatian Wapres kemudian mengarah pada fasilitas pemerintahan yang ikut diterjang material galodo. Kompleks perkantoran Pemkab Solok menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerusakan cukup signifikan.

Kunjungan tersebut memiliki keterkaitan dengan peninjauan yang telah dilakukan tim Wapres dua hari sebelumnya. Pada 23 September, tim Wapres lebih dahulu turun ke kompleks perkantoran Pemkab Solok dan kawasan Sungai Batang Baliang untuk melihat kondisi kerusakan. Peninjauan ketika itu didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra.

Dengan demikian, kedatangan Gibran pada Jumat merupakan kelanjutan dari pemetaan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Pemerintah pusat tidak hanya melihat dampak bencana dari laporan administratif, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik yang membutuhkan penanganan.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Posko Utama Penanganan Bencana di halaman Kantor Bupati Solok.

Di titik ini, Gibran secara khusus disambut Wakil Bupati Solok H. Candra yang telah menunggu kedatangan Wapres. Setelah memasuki tenda posko BNPB, Gibran menerima pemaparan kondisi terkini dari Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Pandu menyampaikan kondisi kawasan yang terdampak, termasuk kerusakan fasilitas pemerintahan dan kebutuhan pemulihan. Dalam penanganan selanjutnya, pemerintah daerah juga mengusulkan sejumlah kebutuhan, mulai dari pemulihan fasilitas pelayanan publik hingga infrastruktur pengendali material banjir.

Kehadiran Candra pada titik posko tersebut memperjelas pembagian peran dalam penerimaan Wapres. Sementara Jon Firman Pandu memberikan laporan dan pemaparan kondisi daerah, Candra berada di lokasi menyambut kedatangan Gibran.

Kunjungan Gibran tidak berhenti di kawasan perkantoran.

Rombongan juga mendatangi RSUD Arosuka untuk melihat penanganan korban luka. Dalam rangkaian peninjauan dan rapat koordinasi tersebut turut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Mahyeldi dan Bupati Jon Firman Pandu.

Setelah melihat fasilitas pelayanan dan penanganan korban, Gibran turun langsung menemui masyarakat terdampak di Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro.

Di hadapan warga, perhatian pemerintah diarahkan pada kebutuhan dasar serta keberlanjutan penanganan pascabencana. ANTARA melaporkan Gibran datang untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga meminta Bupati Solok lebih sering turun langsung menemui masyarakat terdampak. Pesan itu disampaikan karena warga membutuhkan akses komunikasi yang jelas dengan pemerintah ketika membutuhkan bantuan maupun layanan pascabencana.

Galodo yang menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam tidak hanya berdampak terhadap permukiman warga, tetapi juga merusak fasilitas pemerintahan, jalan, jembatan dan fasilitas publik lainnya.

Karena itu, kunjungan Wapres berlangsung dalam konteks yang lebih luas daripada penanganan darurat. Pemerintah pusat dan daerah mulai mempersiapkan tahapan pemulihan, termasuk pendataan kerusakan, pemulihan konektivitas, perbaikan fasilitas pelayanan publik serta kebutuhan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau sumber penghidupan.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan sebagai dasar penyusunan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Bagi Kabupaten Solok, kedatangan Wapres sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan galodo Arosuka kini mendapat perhatian langsung pemerintah pusat.

Namun, pekerjaan terbesar justru berada setelah kunjungan tersebut: memastikan akses masyarakat kembali terbuka, pelayanan pemerintahan berjalan, korban memperoleh bantuan, warga yang kehilangan tempat tinggal mendapat kepastian, serta pembangunan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan risiko bencana di masa mendatang.

Kunjungan Gibran dengan demikian bukan hanya melihat bekas terjangan galodo, tetapi menjadi momentum untuk memastikan proses penanganan bergerak dari fase darurat menuju pemulihan dan rekonstruksi. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *