RADJA MEDIA, SOLOK — Gangguan jaringan komunikasi pascagalodo yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026), menjadi persoalan penting dalam penanganan bencana. Putusnya kabel jaringan akibat terbawa arus galodo berpotensi menghambat koordinasi pemerintah, komunikasi petugas di lapangan hingga penyampaian informasi dari kawasan terdampak.
Kondisi itu terjadi di tengah masa tanggap darurat, ketika komunikasi dibutuhkan untuk memastikan informasi mengenai kondisi lapangan dapat diterima dengan cepat dan koordinasi penanganan berjalan tanpa hambatan.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok berkoordinasi dengan Telkomsel untuk memulihkan akses komunikasi di kawasan Kantor Bupati Solok.
Telkomsel kemudian memasang dua titik jaringan IndiHome dengan kapasitas masing-masing 300 Mbps. Jaringan tersebut diprioritaskan untuk mendukung aktivitas komunikasi dan koordinasi pemerintahan selama masa tanggap darurat.
Manajer Operasional Telkomsel Solok, Rudi Hartono, mengatakan pemasangan jaringan dilakukan sebagai langkah cepat setelah kabel jaringan komunikasi mengalami kerusakan akibat terbawa arus galodo.
“Untuk mengatasi kabel Telkomsel yang putus akibat terbawa arus galodo, kami segera memasang IndiHome di area Kantor Bupati Solok yang terdampak parah,” kata Rudi.
Menurut Rudi, dua titik jaringan tersebut masing-masing memiliki kapasitas 300 Mbps dan akan digunakan untuk membantu kebutuhan komunikasi selama masa tanggap darurat.
“Kami memasang dua titik, masing-masing dengan kapasitas 300 Mbps. Jaringan ini akan digunakan untuk membantu kebutuhan komunikasi selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Dukungan jaringan itu akan diberikan hingga masa tanggap darurat selesai.
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Solok, Agus Dwiyanto Gayo JD, mengatakan kelancaran komunikasi merupakan bagian penting dalam penanganan bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Telkomsel yang telah membantu memasang IndiHome untuk mempermudah akses komunikasi di kawasan terdampak galodo, khususnya di lingkungan Kantor Bupati Solok,” kata Gayo.
Gayo menyampaikan hal tersebut saat meninjau dukungan jaringan Telkomsel bersama Kabid APTIKA Fitria Fenti dan Pranata Humas Diskominfo Kabupaten Solok, Nazwirman.
Menurut dia, gangguan jaringan di tengah kondisi darurat dapat berdampak pada kelancaran koordinasi. Pemerintah membutuhkan komunikasi yang cepat untuk menghubungkan pusat pemerintahan dengan petugas maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di lapangan.
Akses jaringan juga diperlukan untuk mendukung pertukaran informasi mengenai kondisi wilayah terdampak, kebutuhan penanganan, serta perkembangan situasi di lapangan.
“Kelancaran komunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Dengan tersedianya jaringan sementara tersebut, Diskominfo berharap koordinasi pemerintahan dan penanganan dampak galodo di kawasan Arosuka tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Galodo yang menerjang Arosuka pada Senin (21/9/2026) berdampak terhadap sejumlah kawasan dan infrastruktur. Arus material galodo juga menyebabkan kerusakan pada jaringan komunikasi sehingga akses sinyal di kawasan terdampak mengalami gangguan.
Pemulihan jaringan komunikasi kemudian menjadi salah satu langkah pendukung dalam memastikan penanganan bencana tetap terkoordinasi. Di tengah proses pembersihan material, pemulihan fasilitas dan penanganan warga terdampak, konektivitas menjadi sarana penting untuk menjaga arus komunikasi antara pemerintah dan unsur penanganan bencana.
Diskominfo Kabupaten Solok bersama Telkomsel memastikan dukungan jaringan komunikasi tetap tersedia di kawasan pusat pemerintahan selama masa tanggap darurat.UMS














