Berita  

Galodo Terjang Arosuka, H. Candra Buka Rumah Dinas untuk Warga: “Ini Rumah Rakyat”

AROSUKA, RADJA MEDIA — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) malam.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore membuat aliran air membawa material lumpur, batu dan kayu hingga masuk ke kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Sejumlah fasilitas pemerintahan terdampak. Material galodo juga menutup badan jalan sehingga akses Solok–Padang sempat tidak dapat dilalui.

Kepolisian mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melewati jalur tersebut dan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Di tengah situasi darurat tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan.

“Jangan panik, tetapi kita harus tetap waspada. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama,” pesan H. Candra kepada warga.

Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dan mengungsi.

Bagi H. Candra, rumah dinas bukan semata fasilitas yang melekat pada jabatan. Dalam kondisi bencana, tempat tersebut harus dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Ini rumah rakyat,” demikian pesan H. Candra saat membuka rumah dinasnya bagi warga terdampak.

Di musala rumah dinas, H. Candra kemudian berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak galodo.

Warga menyampaikan kondisi yang mereka alami setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka. Sebagian warga harus meninggalkan lokasi terdampak untuk mencari tempat yang lebih aman.

Dalam pertemuan tersebut, H. Candra mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan tabah menghadapi musibah.

“Sabarlah dan tabahlah menerima ujian ini dari Allah SWT. Derita warga adalah derita kita bersama. Mari kita saling bahu-membahu dan membantu satu sama lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, keselamatan manusia harus menjadi prioritas.

“Jangan sampai ada korban jiwa. Nyawa manusia jauh lebih penting dari segala-galanya,” tegas H. Candra.

Sementara itu, dampak galodo masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah dan unsur terkait.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat sementara empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang.

Sejumlah kawasan perkantoran juga terdampak, termasuk fasilitas pemerintahan di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok. Material lumpur, batu dan kayu terlihat menutupi sejumlah bagian kawasan tersebut.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait dikerahkan untuk melakukan penanganan, evakuasi, pembersihan material serta pendataan dampak bencana.

Galodo juga memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat. Jalur utama Solok–Padang sempat ditutup akibat material banjir yang menutupi badan jalan.

Kondisi tersebut membuat penanganan bencana di Arosuka tidak hanya menyangkut keselamatan warga, tetapi juga pemulihan akses transportasi dan pelayanan pemerintahan.

Di tengah lumpur yang memenuhi kawasan pusat pemerintahan dan warga yang membutuhkan tempat aman, rumah dinas Wakil Bupati Solok menjadi salah satu tempat perlindungan bagi masyarakat terdampak.

Pesan H. Candra pun sederhana: ketika bencana datang, batas antara rumah pejabat dan rumah masyarakat tidak semestinya menjadi penghalang bagi upaya penyelamatan.

Kalimat tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan di tengah galodo yang menerjang Arosuka.

Dan di tengah situasi darurat itu, keselamatan warga menjadi kepentingan yang harus didahulukan. UMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *