Berita  

Armizoprades Buka Langkah Percepatan Penanganan Jalan Terdampak Bencana, Desain Awal Dikaji Demi Hasil Maksimal

SUMBAR | Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST., MT., memimpin langsung Rapat Tinjauan Desain Awal atau Preliminary Design Review (PDR) penanganan Ruas Mangopoh–Padang Luar (P.025) dan Ruas Pintu Angin–Labuah Saiyo (P.094), Rabu 24 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat Lantai 2.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis pembangunan infrastruktur jalan yang akan dilaksanakan, terutama pada ruas yang membutuhkan perhatian dan penanganan setelah terdampak bencana pada akhir tahun 2025.

Dalam rapat tersebut, Armizoprades bersama jajaran teknis BMCKTR Sumbar melakukan pembahasan mendalam terhadap dokumen desain awal yang telah disusun oleh tim perencana.

Menurut Armizoprades, proses review desain bukan hanya sekadar melihat dokumen perencanaan, tetapi menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh konsep pembangunan benar-benar menjawab kondisi nyata di lapangan.

Ia menegaskan bahwa setiap desain yang dibuat harus memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, efektivitas pekerjaan, hingga ketersediaan anggaran yang telah direncanakan.

“Kita ingin memastikan desain yang disusun bukan hanya baik secara administrasi, tetapi juga tepat ketika diterapkan di lapangan. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Armizoprades.

Dalam rapat PDR tersebut turut hadir unsur UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III.2, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait, core team Bidang Bina Marga, konsultan perencana, serta tim teknis yang terlibat dalam proses penyempurnaan desain.

Armizoprades menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah pekerjaan konstruksi sangat ditentukan oleh kematangan perencanaan sejak awal, sehingga setiap potensi kendala dapat diminimalisir sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Kadis BMCKTR Sumbar juga memberikan arahan agar seluruh tim bekerja secara maksimal dalam menyempurnakan dokumen desain, sehingga nantinya pekerjaan dapat berjalan sesuai target waktu dan menghasilkan kualitas pembangunan yang optimal.

Ruas Mangopoh–Padang Luar dan Pintu Angin–Labuah Saiyo menjadi perhatian karena memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.

Melalui pembahasan teknis yang dilakukan, Armizoprades berharap setiap tahapan perencanaan dapat berjalan lebih terarah dan menghasilkan solusi terbaik terhadap kebutuhan infrastruktur daerah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pihak yang terlibat, karena pembangunan jalan membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga teknis, konsultan, dan unsur pendukung lainnya.

“Perencanaan yang matang adalah pondasi utama pembangunan. Kita harus memastikan setiap langkah yang dilakukan benar-benar memberikan hasil terbaik untuk masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.

Rapat Tinjauan Desain Awal tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus percepatan dalam menyelesaikan dokumen perencanaan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Dengan adanya review secara menyeluruh, diharapkan desain akhir yang dihasilkan mampu menghadirkan pembangunan jalan yang lebih aman, nyaman, dan memiliki daya manfaat jangka panjang.

Armizoprades bersama jajaran BMCKTR Sumbar terus mendorong agar setiap program pembangunan infrastruktur berjalan sesuai prinsip efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menghadirkan pelayanan infrastruktur yang berkualitas serta mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Melalui kerja teknis yang terukur dan perencanaan yang matang, penanganan dua ruas jalan tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya pemulihan dan peningkatan kualitas konektivitas daerah.

Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Melalui kerja nyata BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, memperkuat akses ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *