PADANG | Di balik hamparan perbukitan yang selama ini tampak tenang di kawasan Indarung, Kota Padang, aparat penegak hukum menemukan fakta yang mengejutkan. Sebuah rumah yang berdiri di kaki Bukit Ngalau ternyata diduga dijadikan pusat produksi narkotika jenis sabu yang beroperasi secara tersembunyi jauh dari sorotan publik.
Keberadaan laboratorium narkotika tersebut akhirnya terungkap setelah tim gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melancarkan operasi terpadu yang berujung pada penggerebekan lokasi, Selasa (23/6/2026).
Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi penting dalam upaya memutus rantai peredaran narkotika di Sumatera Barat. Tidak hanya menangkap pelaku, aparat juga berhasil menghentikan aktivitas produksi yang berpotensi menyuplai sabu ke berbagai wilayah.
Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Dr. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa tersangka berinisial SES diduga sengaja memilih lokasi terpencil untuk menghindari pengawasan masyarakat maupun aparat penegak hukum.
Rumah yang dari luar tampak biasa itu ternyata menyimpan berbagai peralatan laboratorium dan bahan kimia yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu secara mandiri. Modus tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menyamarkan aktivitas ilegal di tengah lingkungan yang relatif sepi.
Menurut Aswin, tersangka memperoleh bahan baku dan perlengkapan laboratorium melalui berbagai jalur pemesanan sebelum merakitnya sendiri menjadi fasilitas produksi narkotika. Cara tersebut dilakukan untuk meminimalkan kecurigaan dan menyulitkan proses pelacakan.
Saat tim gabungan memasuki lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa narkotika siap edar, bahan kimia berbahaya, serta berbagai alat laboratorium yang telah dimodifikasi untuk menunjang proses produksi.
Beberapa bahan kimia yang diamankan antara lain Toluene, Metanol, Asam Sulfat, dan Iodine. Selain itu, petugas juga menyita kompor listrik, kondensor rakitan, tabung reaksi, serta perlengkapan laboratorium lainnya yang diduga digunakan dalam proses pembuatan sabu.
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari penyelidikan intensif yang dilakukan selama hampir satu bulan. Aparat melakukan pemetaan informasi, analisis transaksi bahan kimia, hingga pengamatan lapangan secara tertutup sebelum akhirnya menentukan waktu yang tepat untuk melakukan penindakan.
Kerja sama antara BNN RI, Polri, dan Bea Cukai kembali menunjukkan hasil nyata dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus baru. Sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam mengungkap jaringan yang beroperasi secara tersembunyi.
Pengungkapan laboratorium sabu di kawasan perbukitan ini sekaligus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat bahwa peredaran narkotika tidak lagi hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan telah merambah lokasi-lokasi terpencil yang sulit terpantau.
Direktur Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol Adri Irniadi, S.H., S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai aktivitas yang tidak lazim di lingkungan sekitar.
Menurutnya, laporan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu aparat mengidentifikasi potensi kejahatan narkotika sejak dini, termasuk aktivitas mencurigakan yang melibatkan bahan kimia maupun bangunan tertutup yang tidak biasa.
Kini tersangka SES harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Penyidik menjeratnya dengan ketentuan pidana terkait narkotika yang ancaman hukumannya mencapai belasan tahun penjara.
Keberhasilan membongkar laboratorium sabu di kaki Bukit Ngalau menjadi bukti bahwa negara tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika untuk berkembang. Di mana pun mereka bersembunyi, aparat akan terus memburu dan menindak tegas setiap aktivitas yang mengancam masa depan generasi bangsa.
Operasi ini sekaligus menegaskan komitmen BNN RI, Polri, dan Bea Cukai dalam menjaga Indonesia dari ancaman narkoba, serta memastikan bahwa setiap mata rantai produksi dan peredaran barang haram tersebut dapat diputus hingga ke akarnya.
Wyndoee











